Selasa, 2 Juni 2026

Opini

Kisah Inspiratif: Mulianya Tugas Seorang Perawat

Tulisan kali ini merupakan bagian dari keinginan saya memberikan apresiasi atas tugas seorang perawat yang saya pandang sebagai profesi yang mulia.

Tayang: | Diperbarui:
HUMASPROV KALTIM
Dr H Moh Jauhar Efendi, Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim. Mantan Camat Babulu dan Penajam, mantan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Prov Kaltim, dan mantan Pjs. Bupati Kutai Timur. 

Ia jawab, ”Ya mau apalagi? Itu resiko pilihan profesi, yang penting tidak dimasukkan  ke dalam hati”.

Jawaban tersebut, adalah jawaban seorang profesional sejati. Padahal perawat tersebut masih nampak muda, namun dia memiliki semangat pelayanan prima dan jiwa integritas yang tinggi. 

Seandainya para profesional, para politisi, para birokrat, para pemimpin memahami jati dirinya masing-masing, apalagi bagi jabatan tertentu yang dipilih langsung oleh rakyat, saya yakin, mereka tidak akan berani berbuat menyimpang. Mereka akan merangkul, bukan memukul.

Bukankah sebuah amanah jabatan kelak harus dipertanggungjawabkan dihadapan Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa?.

Di kesempatan yang lain, seorang perawat bercerita kepada saya, ”kadang saya juga dimarahi dokter”.

Melihat situasi seperti ini, saya menyebut  posisi perawat adalah posisi sebagai jembatan komunikasi antara dokter dengan pasien.

Posisinya serba salah. Maju kena, mundur kena. Di internal dapat tekanan  dan di eksternal juga mendapatkan tekanan.

Perawatlah sesungguhnya yang mengimplementasikan atau mengeksekusi keputusan yang diambil oleh seorang dokter.

Perawat tersebut sambil bekerja bercerita, kalau bapaknya belum lama meninggal, pada pada usia 68 tahun. Guratan kesedihan di wajahnya muncul.

Setiap merawat pasien dia teringat dengan bapaknya yang ia sangat cintai. ”Bapak saya meninggal secara mendadak”, akunya. saya  tidak melanjutkan pertanyaan. Saya  hanya menduga, mungkin dia merasa menyesal, sehari-hari bertugas merawat orang lain.

Baca juga: Perawat RSUD Beriman Balikpapan Ini Bagi Tips Diet, tak Tinggalkan Sarapan Hingga Olahraga Ringan

Waktunya habis untuk mendedikasikan dan mengabdikan diri sebagai perawat profesional, sementara mungkin ia merasa lalai tidak pernah menanyakan kondisi kesehatan bapak kandungnya sendiri, yang ia cintai sepenuh hati sebagi pelindung serta pendukung untuk menggapai cita-citanya sebagai perawat profesional.

Pada saat tertentu yang sudah terjadwalkan, perawat mesti mengobservasi/memantau kondisi pasien dan melaporkan perubahan kondisi kepada dokter atau tim kesehatan lainnya.

Selain yang sudah terjadwal, kunjungan juga bisa dilakukan sewaktu-waktu kalau ada keluhan dari pasien. Perawat bisa juga bekerjasama dengan tim kesehatan lainnya untuk mengembangkan rencana perawatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien.

Tidak hanya itu saja, perawat juga mendapatkan tugas memberikan edukasi kesehatan kepada pasien dan keluarga tentang tata cara mengelola kondisi kesehatan, mencegah penyakit, dan meningkatkan kesehatan. 

Kondisi yang saya gambarkan ini di rumah sakit besar, yaitu Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin, Bandung yang memiliki tidak kurang dari 400 dokter spesialis dan sub-spesialis serta telah terakreditasi nasional maupun internasional.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved