Opini
Kisah Inspiratif: Mulianya Tugas Seorang Perawat
Tulisan kali ini merupakan bagian dari keinginan saya memberikan apresiasi atas tugas seorang perawat yang saya pandang sebagai profesi yang mulia.
Bisa dibayangkan, bagaimana kondisi Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Mahakam Ulu, yang hanya memiliki satu dokter spesialis penyakit dalam dengan sistem kontrak dan kalau tidak diperpanjang, segera berakhir.
Sedangkan dokter sub-spesialisnya dipastikan tidak ada. Lalu bagaimana dengan dengan kondisi Puskesmas, Puskesmas Pembantu. Jangankan bicara dokter, bicara perawat, bidan dan sebagainya pasti sangat terbatas.
Moga para perawat, khususnya yang bertugas di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota se Kalimantan Timur tetap menjunjung tinggi semangat pengabdian, di manapun Saudara ditempatkan.
Apakah ditempatkan di Rumah Sakit (RS) atau di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), maupun di Puskemas Pembantu (Pusban).
Para Aparatur Sipil Negara (ASN), baik yang tergabung sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang sedang mengikuti proses Latihan Dasar (Latihan Dasar) maupun yang tergabung dalam Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) terus menjaga semangat dalam melaksanakan tugas walaupun dalam medan yang sangat berat.
Sebagai perawat keberadaan Anda memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam sistem kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup para pasien yang Anda tangani. (*)
Penulis adalah Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim. Mantan Camat Babulu dan Penajam, mantan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Prov Kaltim, dan mantan Pjs. Bupati Kutai Timur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/jauhar-2727282.jpg)