OPINI
Deforestasi dan Risiko Boom and Bust Ekonomi di Kabupaten Berau
Deforestasi merupakan fenomena struktural yang memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, termasuk di Kabupaten Berau.
Oleh: Dr. Lisa Puspitasari, S.E., M.Si
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Berau
TRIBUNKALTIM.CO - Ekonomi melihat deforestasi sebagai proses alih fungsi lahan yang menimbulkan dampak luas, Khususnya untuk daerah-daerah yang masih bergantung pada modal alam guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Deforestasi merupakan fenomena struktural yang memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Pada tahap awal, deforestasi sering memberikan manfaat ekonomi langsung bagi pelaku usaha dan pemerintah daerah.
Terutama melalui peningkatan Pendapatan daerah dari Sektor Ekstraktif, perusahaan sawit dan tambang menjadi sumber lapangan kerja.
Namun, manfaat ini bersifat sementara (temporary economic rent) dan sering tidak sebanding dengan kerugian jangka panjang.
Pertumbuhan perkebunan kelapa sawit, pertambangan batubara, dan pembangunan infrastruktur dalam 20 puluh tahun terakhir telah mempercepat laju deforestasi.
Tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mengancam stabilitas ekonomi jangka panjang.
Dari perspektif produktivitas ekonomi, deforestasi menyebabkan kerusakan tanah yang menyebabkan penurunan kapasitas lahan untuk mendukung aktivitas pertanian dan agroforestri.
Biaya produksi meningkat karena degradasi tanah akibat erosi dan hilangnya unsur hara sehingga akan mengakibatkan penurunan hasil pertanian.
Baca juga: Deforestasi Kaltim Tertinggi, DPRD Soroti Minimnya Reforestasi dan Ancaman Bencana Besar
Ketergantungan yang semakin besar terhadap industri ekstraktif seperti tambang dan sawit menciptakan risiko ekonomi yang bersifat boom and bust cycle, di mana ekonomi tumbuh ketika harga komoditas naik, tetapi rentan melambat saat harga komoditas turun atau cadangan sumber daya menipis.
Sektor-sektor ini sangat rentan terhadap fluktuasi harga komoditas global dan keberlanjutan cadangan sumber daya alam.
Ketika harga batu bara atau crude palm oil (CPO) tinggi, perekonomian daerah mengalami fase pertumbuhan pesat.
Namun, saat harga turun atau cadangan menipis, aktivitas ekonomi melemah secara signifikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Lisa-P.jpg)