Rabu, 20 Mei 2026

OPINI

Menertawakan Diri Sendiri - Bagian 1

Manusia itu memiliki keterbatasan untuk berfikir dan bertindak. Daya ingat dan memori kita juga sangat terbatas.

Tayang:
Editor: Sumarsono
DOK
Dr. Drs. Moh. Jauhar Efendi, M.Si, CH.Ps, Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim/Mantan Camat Babulu dan Penajam/Mantan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Prov Kaltim, dan Mantan Pjs. Bupati Kutai Timur. 

Mobil saya belokkan ke kiri masuk pintu gerbang halaman, dan kemudian keluar kembali dari Kantor Gubernur Kaltim kembali menuju ke tempat sekolahnya anak-anak.

Usai mengantar anak-anak ke sekolah, selanjutnya barulah saya kembali menuju Kantor Gubernur untuk bekerja seperti biasa hingga sore hari.

Kejadian kelupaan menurunkan anak-anak dari mobil menuju ke  sekolahan bukan hanya terjadi satu kali.

Baca juga: KPMKB Demo Kantor Gubernur Kaltim, Minta Pemalsuan Tanda Tangan Bupati Berau Diusut

Seingat saya peristiwa tersebut setidaknya terjadi dua kali.

Pelajaran apa yang dapat dipetik dari peristiwa tersebut? Manusia itu memiliki keterbatasan untuk berfikir dan bertindak. Daya ingat dan memori kita juga sangat terbatas.

Apalagi di era kemajuan teknologi yang serba digital. Perilaku manusia sudah banyak mengalami perubahan.

Ketergantungan terhadap perangkat hand phone (HP), gadget, smart phone, tablet, laptop sudah sangat tinggi.

Karena itu, kita mesti fokus terhadap apa yang kita rancang dan apa yang akan kita kerjakan.

Saya jadi teringat lebih sepuluh tahun yang lalu membaca sebuah berita.

Tim Bedah Medis berhasil mengoperasi seseorang di Rumah Sakit dr. Soetomo, Surabaya.

Peristiwa itu terjadi Tahun 2012. Tetapi sayangnya sebuah gunting operasi ketinggalan dalam perut pasien setelah operasi.

Ada lagi karet gelang, bahkan jepitan pernah ketinggalan di dalam perut pasien setelah operasi. Dalam istilah kedokteran disebut ”Retained Surgical Item” (RSI).

RSI adalah benda atau alat yang ketinggalan di dalam tubuh pasien setelah operasi.

RSI bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti infeksi, pendarahan atau kerusakan organ.

Dokter atau Tim Medis harus sangat waspada untuk mencegah hal ini terjadi, dengan melakukan penghitungan alat sebelum dan setelah operasi serta menggunakan teknologi untuk mendeteksi benda asing.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved