Rabu, 22 April 2026

Opini

Kegagalan Konduktor: Kemenangan Mahasiswa dan Rakyat Kaltim

Peristiwa yang membuncah di jantung Samarinda, Kalimantan Timur pada hari Selasa, 21 April 2026, menyajikan teater komunikasi menarik disajikan.

Editor: Sumarsono
TRIBUNKALTIM.CO/IST
PENULIS : Ali Kusno, Ahli Bahasa Kalimantan Timur 

Sangat penting bagi akademisi memberikan masukan konstruktif dan membantu mengomunikasikan kendala teknis secara objektif.

Jangan justru melempar bola ke publik yang memicu kegaduhan kontraproduktif. Kampus memiliki tanggung jawab luhur dalam menjaga muruah prestasi akademik para penerima beasiswa.

Penurunan prestasi akademik selayaknya menjadi alarm bagi institusi pendidikan untuk memperkuat pola pelaksanaan perkuliahan.

Kampus berkewajiban memublikasikan data mahasiswa penerima, distribusi per program studi, dan ringkasan perkembangan prestasi.

Itu kewajiban keterbukaan informasi publik, bukan dalam konteks pencitraan. Jangan sampai ada pandangan bahwa kampus mau nangkanya, tidak mau getahnya.

Etika Pers dan Kedaulatan Hukum.

Evaluasi ini juga berlaku bagi insan pers. Sesuai dengan amanat UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, media memiliki fungsi untuk memberikan informasi yang akurat, mencerdaskan, dan menjadi kontrol sosial yang sehat.

Organisasi kewartawanan sebagai organisasi profesi diharapkan terus memperkuat disiplin anggota dalam menjalankan prinsip cover both sides.

Baca juga: Penyaluran Makan Bergizi Gratis di Kaltim Sudah Sasar 14 Ribu Ibu Hamil hingga Balita

Sangat tidak sehat bagi ekosistem demokrasi jika media menyajikan gempuran berita sepihak, bahkan setengah matang pun tidak.

Gempuran konten-konten yang jauh dari 5W+1H, rumus standar jurnalistik untuk memastikan kelengkapan informasi sebuah berita, bergulir membabi buta. Ingat selalu, peran pers menyajikan informasi bukan bahan bakar polarisasi.

Di sisi lain, kedewasaan berdemokrasi juga menuntut tanggung jawab hukum. Saatnya sadar diri wahai pihak-pihak yang selama ini bersembunyi di balik akun-akun bodong.

Sudahi bermain api dengan menyebarkan provokasi lengkap narasi penghinaan, pencemaran nama baik, pengancaman, bahkan ujaran kebencian berdasarkan SARA.

Martabat hukum harus dijaga melalui penegakan. Kebebasan berpendapat merupakan hak yang harus dibarengi tanggung jawab atas setiap bahasa yang digunakan.

Pelajaran bagi politisi. Pelajaran moral bagi para politisi: jangan menggunakan masyarakat, sebagai alat atau tameng untuk mencapai tujuan.

Jika ada hal yang perlu dikritisi di antara sesama elit atau pemangku kepentingan, sampaikan dalam ruang perundingan yang beradab dan terhormat.

Berhenti mengais keuntungan dalam peperangan narasi. Publik tidak memerlukan kegaduhan retoris kalian. Publik memerlukan hasil kerja nyata. Bumi Kaltim rumah kita bersama, bukan panggung sandiwara untuk memuaskan syahwat kekuasaan sesaat.

Sebagai penutup, peristiwa ini bukanlah sekadar rangkaian simpulan teknis. Ini sebuah ruang perenungan agar kita belajar dari setiap kesalahan.

Kini tiba saatnya bagi pemerintah, perguruan tinggi, anggota dewan, pers, dan masyarakat untuk kembali bergandeng tangan dalam irama pembangunan.

Mahasiswa kembali ke ruang kelas untuk mengukir prestasi, kampus aktif membenahi sistem administrasi dan akademik, dan pemerintah fokus mengeksekusi kinerja nyata.

Kita harus senantiasa ingat sebuah metafora sederhana: saat kita terlalu sibuk berebut di sebuah lahan, sering kali ada orang lain yang diam-diam datang mengambil buah yang selama ini kita tanam.

Jangan sampai energi kita habis dalam pertikaian nan melelahkan, sementara potensi besar Kaltim justru dinikmati oleh pihak lain yang lebih tenang melihat peluang.

Mari kita jaga Bumi Etam agar tetap tenang, kritis, dan produktif. Mari kita kembali bekerja, dan biarkan hasil nyata yang berbicara pada waktunya.

Mengiring perjalanan kalian pulang, ada kalimat yang layak disampaikan masyarakat Kaltim saat ini:

Hidup mahasiswa! Tetaplah jadi generasi kritis yang beradab dan bermartabat! (*)_

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved