Opini
Menyambut Hari Pendidikan Nasional: Masih Rendahnya Karakter Murid
Tahun ini merupakan Hardiknas ke-67. Hardiknas pertama kali diperingati pada 2 Mei 1960, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959.
Membaur dengan masyarakat. Menyalakan semangat. Gak baperan. Gak jaga jarak.
Contoh, jika ada murid bingung, guru ikut diskusi bareng. Bukan cuma ceramah dari podium.
Membangun karsa/kehendak atau niat dari dalam diri murid. Satu hal yang penting kita fahami adalah pendidikan itu membakar semangat.
Bukan mencekoki atau menjejalkan. Usahakan murid mau belajar karena dari hatinya. Dari dirinya sendiri. Bukan karena takut hukuman.
“Tut wuri handayani”. Ini peran di belakang. Secara filosofis, sebenarnya ini yang paling dalam.
Setelah murid sudah jalan, tugas guru adalah mengawasi dari belakang, sambil memberikan dorongan.
Berikan ruang kepada murid untuk berbuat salah, supaya dia bisa memperbaiki dirinya sendiri.
Contoh mengajari anak belajar naik sepeda. Awalnya dituntun, terus dipegangi. Lama-lama dilepas, tetapi tetap dijagai dari belakang.
Intinya tujuan akhir dari pendidikan adalah memerdekakan. Murid harus bisa mandiri.
Guru tidak selamanya menyuapi. Sampai sekarang semboyan “Tut Wuri Handayani” masih dipakai oleh Kementerian Pendikan Dasar dan Menengah.
Sayangnya melihat isu-isu terkini, isu-isu kontemporer, ajaran Ki Hajar Dewantara diplesetkan menjadi hal yang membuat miris bulu kuduk kita.
Membuat kita urut dada terhadap perilaku yang memuakkan. Ajaran yang agung tersebut diplesetkan menjadi “Ing ngarsa ngumbar angkara - Ing madya nglumpukke arta - Tut wuri melu nadahi”.
Tentu plesetan ini tidak layak untuk ditiru. Pemimpin di depan bukan memberikan contoh teladan yang baik.
Di depan malah mengumbar angkara, mengumbar nafsu, arogan, pamer jabatan dan mengedepankan pendekatan kekuasaan.
Contoh nyata, misalnya pejabat yang suka flexing, penganut budaya hedonisme, hanya mencari kepuasan dunia.
| Gerakan Literasi Balikpapan, Menyelami Makna Surat Kartini dan Beranda Instagramnya Maryam |
|
|---|
| Refleksi Hari Pemasyarakatan: Warga Binaan Terus Meningkat |
|
|---|
| Mari Berikan Kesempatan |
|
|---|
| Refleksi Hari Buku Sedunia: Minat Baca Masih Sangat Rendah |
|
|---|
| Navigasi BI di Tengah Badai Geopolitik: Mengapa 4,75 Persen adalah Angka Aman? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Ilustrasi-Hardiknas.jpg)