Opini
Hardiknas dan Sepasang Sepatu yang Terlambat Kita Perhatikan
Tragedi siswa di Samarinda jadi refleksi Hardiknas, mengingatkan pentingnya empati dalam sistem pendidikan
Selain itu, sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Komite sekolah, orang tua, alumni, dunia usaha, dan masyarakat sekitar perlu dilibatkan dalam ekosistem kepedulian.
Sekolah harus menjadi pusat gotong royong sosial, bukan hanya tempat belajar akademik.
Jangan semuanya dibebankan kepada pemerintah. Jangan pula semua persoalan disederhanakan menjadi isu kemiskinan semata. Sebab di balik setiap keterbatasan ekonomi, masih ada ruang kepedulian yang bisa dihadirkan oleh masyarakat.
Kadang sebuah masalah tidak membutuhkan anggaran besar. Ia hanya membutuhkan mata yang mau melihat dan hati yang mau tergerak.
Hardiknas tahun ini seharusnya mengajak kita merenung: apakah pendidikan kita sudah benar-benar menyentuh sisi kemanusiaan?
Apakah sekolah sudah menjadi tempat yang aman bagi semua anak? Apakah kita masih punya kepekaan terhadap mereka yang diam-diam sedang berjuang?
Baca juga: Menyambut Hari Pendidikan Nasional: Masih Rendahnya Karakter Murid
Jangan sampai kita memiliki gedung sekolah yang megah, program yang hebat, dan teknologi yang canggih, tetapi kehilangan kemampuan paling dasar sebagai manusia: peduli.
Sebab bisa jadi, masa depan seorang anak bukan ditentukan oleh nilai rapornya, melainkan oleh seberapa cepat orang dewasa di sekitarnya menyadari bahwa ia sedang membutuhkan pertolongan.
Selamat Hari Pendidikan Nasional.
Mari kita bangun pendidikan yang bukan hanya mencerdaskan, tetapi juga menghadirkan empati. Karena kadang, masa depan anak bisa terselamatkan… hanya dari perhatian pada sepasang sepatu. (*)
Hari Pendidikan Nasional
Hardiknas
sepatu
dosen
Universitas Mulia
TribunKaltim.co
siswa SMK
Samarinda
Kalimantan Timur
| Refleksi Hari Pendidikan Nasional: Literasi “PR” yang Tak Kunjung Tuntas |
|
|---|
| Menyambut Hari Pendidikan Nasional: Masih Rendahnya Karakter Murid |
|
|---|
| Gerakan Literasi Balikpapan, Menyelami Makna Surat Kartini dan Beranda Instagramnya Maryam |
|
|---|
| Refleksi Hari Pemasyarakatan: Warga Binaan Terus Meningkat |
|
|---|
| Mari Berikan Kesempatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260502_Dosen-Universitas-Mulia-Linda-Fauziyah-Ariyani.jpg)