Minggu, 3 Mei 2026

Opini

Komitmen Politik dan Akselerasi SDM Kalimantan Timur

Peringatan Hardiknas menjadi titik balik penting bagi kita. Momentum membedah arsitektur pembangunan manusia secara jujur di tengah perubahan global

Tayang:
Editor: Sumarsono
TRIBUNKALTIM.CO/IST
PENULIS: Dr. Wahdatun Nisa, M.A, Akademisi UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda 

Keberlanjutan program strategis seperti Gratispol sangat bergantung pada keteguhan Komitmen Politik pemerintah daerah. 

Skema beasiswa komprehensif dari jenjang S1, S2, hingga S3 ini merupakan terobosan visioner yang belum tentu ditemukan di provinsi lain di Indonesia. 

Sebagai kebijakan progresif yang relatif baru, munculnya kendala teknis atau perlunya sinkronisasi payung hukum menjadi dinamika yang lumrah dalam penyempurnaan sebuah sistem besar. Kita tidak boleh membiarkan hambatan awal ini mendegradasi arah pembangunan SDM yang sudah jelas dan terarah.

Perguruan tinggi harus memosisikan diri sebagai mitra strategis. 

Tugas utama akademisi bukanlah mendiskreditkan kebijakan yang memiliki visi besar, melainkan menyumbangkan pemikiran konstruktif serta koreksi objektif. 

Kita harus menjaga agar niat baik politik ini bertransformasi menjadi hasil akademik yang terukur dan kompetitif. 

Dinamika politik praktis yang fluktuatif jangan sampai mengorbankan esensi keberlanjutan program ini; masa depan generasi tidak boleh dijadikan sandera oleh ego sektoral atau gimik elektoral sesaat.

Harapan Baru dari Garis Kemiskinan

Dalam interaksi langsung di lapangan, saya menyaksikan fakta empiris yang menyentuh hati. 

Banyak mahasiswa penerima manfaat program ini berasal dari keluarga yang secara ekonomi sangat terbatas. 

Bagi mereka, beasiswa ini bukan sekadar bantuan biaya kuliah; ini adalah "tali penyelamat" yang memberikan napas baru bagi harapan keluarga yang selama ini terimpit kemiskinan.

Baca juga: Viral Video Testimoni Gratispol di Sekolah, Ini Klarifikasi Disdikbud Kaltim

Melihat binar mata para mahasiswa ini, kita tersadar bahwa pendidikan tinggi menjadi pilihan logis untuk memutus rantai kemiskinan. 

Mereka representasi dari harapan orang tua yang barang kali hanya berprofesi sebagai buruh atau petani, namun kini memiliki peluang melihat anaknya meraih gelar doktor. 

Fakta ini menegaskan bahwa program Gratispol telah menyentuh akar rumput dan memberikan keadilan sosial yang nyata. 

Kita harus sadar bahwa dana Gratispol bersumber dari pajak rakyat. 

Oleh karena itu, mari kita pastikan setiap rupiah pajak rakyat dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan administratif. 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved