Rabu, 10 Juni 2026

Opini

Pertamax Naik, Pukulan Telak Bagi Masyarakat Kelas Menengah

Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.500 per liter bukan sekadar penyesuaian harga, tetapi menambah tekanan bagi jutaan keluarga kelas menengah.

Tayang:
HO/PRIBADI
KENAIKAN HARGA PERTAMAX - Dosen Ekonomi Universitas Mulia Balikpapan, Dr. Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd. Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.500 per liter dinilai bukan sekadar penyesuaian harga energi, tetapi juga menambah tekanan bagi jutaan keluarga kelas menengah dan pelaku usaha kecil. (HO/PRIBADI) 

Ringkasan Berita:
  • Harga Pertamax yang naik lebih dari 30 persen berdampak langsung pada pengeluaran masyarakat.
  • Guru, ASN, pegawai swasta, pelaku UMKM, hingga pekerja profesional menghadapi tekanan ganda akibat kenaikan biaya transportasi di tengah meningkatnya harga kebutuhan pokok dan layanan lainnya.
  • Selain mendorong efisiensi dan peningkatan sumber pendapatan, pemerintah dinilai perlu memperkuat transportasi publik, pengendalian inflasi, dukungan UMKM, dan penciptaan lapangan kerja.

Oleh: Dr. Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd 
(Doktor Pendidikan Ekonomi, Universitas Mulia Balikpapan)

BALIKPAPAN - Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.500 per liter di Kalimantan kembali menjadi kabar yang membuat banyak keluarga harus menghitung ulang pengeluaran bulanannya.

Kenaikan ini terjadi di seluruh wilayah Indonesia per hari ini, 10 Juni 2026 dalam kisaran Rp 16.250 – Rp 16.650 dalam satu kali penyesuaian harga, Pertamax naik lebih dari 30 persen dibandingkan harga sebelumnya. 

Bagi sebagian orang mungkin ini hanya angka.

Namun bagi jutaan masyarakat yang setiap hari bergantung pada kendaraan bermotor untuk bekerja, mengantar anak sekolah, berdagang, atau menjalankan usaha kecil, kenaikan ini akan langsung terasa di kantong.

Harga Pertamax Hari Ini Naik, Daftar Harga BBM Rabu 10 Juni 2026 di Kaltim dan Seluruh Indonesia

Masalahnya, masyarakat belum benar-benar pulih dari berbagai tekanan ekonomi yang datang silih berganti akhir-akhir ini.

Harga kebutuhan pokok naik, tarif berbagai layanan ikut menyesuaikan, dan kini biaya transportasi kembali bertambah.

Ketika penghasilan tidak bertambah secepat kenaikan pengeluaran, maka yang terjadi adalah semakin menyempitnya ruang bernapas bagi rumah tangga Indonesia.

Setiap awal bulan, jutaan keluarga kelas menengah di Indonesia melakukan ritual yang sama.

Menghitung gaji yang masuk, membagi anggaran untuk cicilan rumah, biaya sekolah anak, listrik, internet, kebutuhan dapur, transportasi, hingga tabungan darurat. 

Baca juga: Resmi Naik, Harga Pertamax Hari Ini Rabu 10 Juni 2026, Daftar Harga BBM Terbaru

Tidak sedikit yang harus menyusun anggaran secara cermat agar seluruh kebutuhan dapat terpenuhi hingga akhir bulan.

Kelompok inilah yang sering disebut kelas menengah.

Mereka bukan penerima bantuan sosial, tetapi juga bukan kelompok yang memiliki keleluasaan finansial.

Mereka adalah guru, dosen, ASN, pegawai swasta, pelaku UMKM, pekerja profesional, dan berbagai kelompok produktif yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian nasional. Sebagian besar kelas menengah ini menggunakan moda transportasi sepeda motor. 

Data Korlantas Polri menunjukkan sekitar 83,7 persen kendaraan bermotor di Indonesia adalah sepeda motor.

Baca juga: Akhirnya Terpaksa Pakai Pertamax? Pengamat Sebut Kelangkaan Pertalite Sinyal Penghapusan Bertahap

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved