Opini
Pertamax Naik, Pukulan Telak Bagi Masyarakat Kelas Menengah
Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.500 per liter bukan sekadar penyesuaian harga, tetapi menambah tekanan bagi jutaan keluarga kelas menengah.
Tayang:
Editor:
Miftah Aulia Anggraini
HO/PRIBADI
KENAIKAN HARGA PERTAMAX - Dosen Ekonomi Universitas Mulia Balikpapan, Dr. Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd. Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.500 per liter dinilai bukan sekadar penyesuaian harga energi, tetapi juga menambah tekanan bagi jutaan keluarga kelas menengah dan pelaku usaha kecil. (HO/PRIBADI)
Kenaikan harga Pertamax mungkin memiliki alasan ekonomi dan fiskal yang dapat dipahami.
Baca juga: BBM Naik, Pemkot Balikpapan Alihkan Kendaraan Dinas ke Pertamax dan Hybrid
Namun di balik setiap angka yang diumumkan, ada jutaan keluarga yang harus menyesuaikan kembali kehidupannya.
Karena pada akhirnya, yang paling menentukan ketahanan ekonomi bangsa bukan hanya harga energi, tetapi kemampuan masyarakat untuk tetap hidup layak dan produktif di tengah berbagai tekanan yang terus datang silih berganti. (*)
Berita Terkait: #Opini
| Memahami Modus Operandi Begal via Teori Pilihan Rasional dan Aktivitas Rutin |
|
|---|
| Membaca Pikiran Anderiy Syachrum: Kejutan Gerbong Baru, Kabinet Ramping, dan Formula Menuju PON 2028 |
|
|---|
| Benalu di Balik Jubah Suci |
|
|---|
| Koperasi Merah Putih: Jangan Terjebak pada Gedung, Bangunlah Ekosistemnya |
|
|---|
| KPC dan Dilema Transparansi Informasi |
|
|---|
KOMENTAR
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260502_Dosen-Universitas-Mulia-Linda-Fauziyah-Ariyani.jpg)