Minggu, 7 Juni 2026

Kuliner

Coffee Bontugu Ketapanrame Naik Kelas, Tembus Ekspor hingga jadi Motor Wisata Desa

Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, nyatanya tak hanya dikenal sebagai desa wisata.

Tayang:
Penulis: Ardiana | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ARDIANA KINAN
KULINER WARUNG KOPI - Coffee Bontugu Ketapanrame di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Usaha kuliner ini sudah naik kelas, Jumat (22/5/2026). Siapa sangka, penjualan biji kopi dari usaha tersebut mampu mencapai sekitar Rp 40 juta per tiga bulan. Jika ditambah produk turunan seperti cookies kopi dan teh, total omzet usaha ini bisa mencapai Rp 50 juta hingga Rp 60 juta. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, nyatanya tak hanya dikenal sebagai desa wisata.

Namun, desa di lereng Gunung Penanggungan ini juga sukses dengan kebun kopi dan produk usahanya berupa Coffee Bontugu.

Bagaimana tidak, produk kopi lokal tersebut kini berkembang hingga menembus pasar luar negeri. 

Pengembangan kopi di desa tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan ekosistem wisata dan UMKM yang dibangun masyarakat bersama pemerintah desanya. Mulai dari budidaya, pengolahan, hingga produk turunan kopi yang dikembangkan secara bertahap.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa Ketapanrame, Zainul Arifin dalam kegiatan Capacity Building Wartawan tahun 2026 oleh Bank Indonesia Balikpapan di Kota Surabaya pada Jumat (22/5/2026). 

Baca juga: Wisata Kuliner Ramenkuy di Taman Gubah Balikpapan, Cita Rasa Ramen Otentik dari Jepang

Zainul membeberkan, usaha kopi ini memang menjadi salah satu produk unggulan desa yang terus didorong agar memiliki daya saing lebih luas.

Tak ayal, melalui beberapa pendampingan dari Bank Indonesia, usaha tersebut mampu "naik kelas". 

"Setelah didampingi BI, beberapa event, pameran, festival kami ikuti. Sehingga kopi kami sekarang ini naik kelas. Banyak dikenal oleh banyak orang. Tidak hanya di dalam negeri tapi juga banyak di luar negeri," ujarnya saat bersua dengan TribunKaltim.co di Area Dusun Sumber Gempong Desa Ketapanrame. 

Sebab, kata dia, pendampingan yang diberikan Bank Indonesia tak hanya menyasar promosi, melainkan juga penguatan produksi seperti penanaman, perawatan, pengolahan kopi, hingga pemasaran.

Termasuk juga, berbagai sarana produksi untuk meningkatkan kualitas kopi. Mulai dari mesin pemilah kopi, mesin roasting, grinder, hingga genset untuk menunjang operasional pengolahan.

Tak tanggung-tanggung, Bank Indonesia juga mendatangkan konsultan khusus untuk mendampingi proses pengolahan kopi selama berbulan-bulan.

Siapa sangka, Coffee Bontugu kini mulai dikenal lebih luas dan diminati pembeli luar negeri.

"Sampai China pun pernah meminta produk kami. Tidak hanya biji kopi ataupun bubuk tapi juga produk turunannya seperti cookies (kue kering) kopi, yang dulu mungkin di level bawah sekarang sudah bisa naik kelas di level yang lebih baik," ujarnya.

Baca juga: UMKM Minuman dan Kuliner di Samarinda Terhimpit Kenaikan Harga Plastik

Tak hanya itu, perkembangan Coffee Bontugu juga ditopang melalui anak-anak muda desa yang mulai aktif mengembangkan usaha kopi modern. 

Salah satunya, Sekertaris Kelompok sekaligus Barista Coffee Bontugu, Wahyu Satria yang juga merupakan warga lokal desa tersebut. 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved