Rabu, 22 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Walikota Samarinda Andi Harun Tegaskan Penanganan Banjir Masih Jadi PR Utama

Sejumlah warga di Samarinda, Kalimantan Timur menilai genangan yang selama ini kerap terjadi kini lebih cepat surut

TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI
PENANGANAN BANJIR - Pemkot Samarinda terus melakukan perbaikan infrastruktur drainase sebagai bagian dari strategi penanggulangan banjir secara bertahap. Warga mulai merasakan perubahan penanganan banjir. (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI) 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA — Samarinda mulai menunjukkan perubahan dalam penanganan banjir.

Sejumlah warga menilai genangan yang selama ini kerap terjadi kini lebih cepat surut. 

Santy, warga Jalan Juanda Kecamatan Samarinda Ulu, menyampaikan pengalamannya merasakan perbedaan signifikan tersebut.

“Memang masih banjir di Juanda dekat daerah fly over, sekarang lumayan cepat surut, hitungan jam sudah surut,” ungkapnya (26/9). 

Hal senada juga diungkapkan oleh Helvi, warga Sempaja Kecamatan Samarinda Utara.

Ia menyebutkan bahwa genangan yang muncul setelah hujan deras tidak lagi bertahan lama seperti sebelumnya.

Baca juga: Hujan Hari Ini, Daftar 28 Titik Banjir di Samarinda hingga Longsor di Sempaja, Imbauan BPBD

“Sekarang hitungan jam aja sudah surut. Misalnya hujan dari malam sampai pagi, siang sudah mulai naik air nya terus banjir. Belum jam 10 malam paling sudah surut,” ujarnya. 

Menanggapi apresiasi dari masyarakat, Walikota Samarinda Andi Harun menegaskan bahwa apresiasi tersebut tidak lantas membuat pemerintah berpuas diri.

“Meski ada apresiasi dan testimoni, tapi kan penanganan lingkungan itu tidak bisa berhenti. Jika hari ini kita berhasil menangani satu-dua titik genangan, maka kita tidak boleh berpuas diri karena memaintenance lingkungan itu tidak bisa berhenti. Harus berjalan terus,” ucap Andi Harun

Ia menekankan, meskipun sejumlah proyek drainase dan sodetan telah memberikan hasil nyata, pekerjaan pemeliharaan harus tetap dilakukan setiap tahun. 

Menurutnya, penanganan banjir bukanlah program sekali jadi, melainkan upaya berkesinambungan yang membutuhkan perencanaan jangka pendek, menengah, hingga panjang.

“Dan memang masih ada titik yang belum selesai. Banyak yang sudah selesai tapi masih banyak titik genangan yang belum selesai,” jelasnya.

Andi Harun mengungkapkan, sejumlah kawasan masih menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemkot Samarinda, seperti Mugirejo, Loa Janan Ilir, hingga di kawasan Perumahan Haji Saleh.

Proyek penanganan di titik-titik tersebut belum dapat diselesaikan sekaligus lantaran keterbatasan tahun anggaran.

“Dan yang paling penting kita yakinkan kepada masyarakat bahwa kegiatan atau penanganan titik-titik genangan itu terus berlangsung. Jadi kita menangani dari jangka pendeknya, menengah, dan panjangnya. Salah satu di antara fenomena kenapa cepat surut karena kita sudah mulai menangani jangka pendeknya,” sambungnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved