Selasa, 14 April 2026

Banjir dan Longsor di Kota Samarinda

Perpustakaan Kaltim Terendam Banjir, Puluhan Staf dan Mahasiswa Terjebak

Hujan deras merendam Perpustakaan Daerah Kaltim, puluhan staf dan mahasiswa terjebak menunggu banjir surut.

TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS
PERPUSDA TERENDAM BANJIR - Para staf Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kaltim tengah membersihakan sisa genangan banjir yang masuk hingga ke dalam gedung, Rabu (22/10/2025). Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda sejak Rabu (22/10/2025) siang menyebabkan banjir merendam kawasan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Perpusda) Kalimantan Timur. (TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Puluhan staf dan pengunjung di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kalimantan Timur terpaksa harus pulang lebih lambat dari biasanya sebab banjir yang merendam kawasan perpustakaan, Rabu (22/10/2025).

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kalimantan Timur ini berlokasi di Jl. Ir. H. Juanda No. 4, Air Hitam, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Banjir yang terjadi kali ini setinggi paha orang dewasa, membuat puluhan motor staf dan para pengunjung yang mayoritas adalah mahasiswa turut terendam.

Untungnya, banjir hanya tinggi di bagian parkiran.

Baca juga: Jalan Juanda Samarinda Banjir, Warga Sabar Menunggu 3 Jam karena Takut Kendaraan Mogok

Di bagian dalam perpustakaan, banjir terjadi hanya setinggi mata kaki.

Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kalimantan Timur, Nikko Dwi Nanda, menjelaskan hujan yang terjadi dari siang hingga sore ini menyebabkan banjir hingga air masuk ke dalam gedung.

Banjir ini, kata Nikko, menjadi hal yang sering kali terjadi.

Kawasan perpustakaan Pemprov Kalimantan Timur itu memang menjadi langganan banjir.

Baca juga: BPBD Samarinda Tinjau Titik Banjir, Warga Harus Jaga Kebersihan Drainase

Puluhan staf dan para pengunjung terpaksa harus menunggu banjir surut untuk bisa pulang.

Nikko menyebut perkiraan ada sekitar 60 hingga 70 staf yang bekerja di gedung perpustakaan tersebut.

Selain staf, ada pula pengunjung yang berasal dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur yang juga terjebak banjir.

"Banyak (pengunjung) yang tidak bisa keluar, itu motor di parkiran depan punya mereka. Staf juga itu tidak bisa pulang, tunggu banjir surut. Itu lagi pada nunggu di lantai 2," ujarnya kepada Tribunkaltim.co.

Baca juga: Hujan Deras Guyur Samarinda, BPBD Catat 14 Titik Banjir dan Beberapa Longsor

Beberapa staf ada juga yang telah pulang dengan menerobos banjir, begitu pula dengan para pengunjung.

Namun, kebanyakan dari mereka memilih untuk menunggu banjir surut.

Upaya mencegah banjir masuk sampai ke dalam gedung perpustakaan sebenarnya telah dilakukan dengan membuat bantalan di bagian depan gedung, namun banjir tetap bisa masuk.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved