Salam Tribun
Krisis BBM di Lumbung Energi
Di tengah status sebagai lumbung energi nasional, warga Kalimantan Timur justru masih antre BBM dan terancam terputus logistik.
Penulis: Sumarsono | Editor: Doan Pardede
Ketiadaan stok BBM subsidi bagi kapal rakyat serta kendala regulasi terkait rekomendasi pembelian BBM menjadi persoalan yang hingga kini belum terselesaikan.
Pengusaha kapal mengaku tidak sanggup beroperasi jika harus menggunakan BBM industri yang harganya dua kali lipat lebih mahal (Rp13.000 – Rp14.000 per liter), karena tarif angkutan yang ada tidak akan menutupi biaya operasional tersebut.
Semoga ada solusi, aturan dibuat untuk kepentingan masyarakat sehingga harus bijak.
Ketika kapal angkut dari Samarinda ke Mahulu ini menyangkut hajat hidup orang banyak, sudah seharusnya BBM subsidi diberikan kepada yang berhak, yakni rakyat.
Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250414_Sumarsono-Pemimpin-Redaksi-Tribun-Kaltim.jpg)