Rabu, 3 Juni 2026

Setahun Pemerintahan Rudy dan Seno

5 Fakta Terbaru soal Gratispol: Gubernur Rudy Mas'ud Akan Evaluasi, Program Akan Diperluas di 2026

5 fakta terbaru soal Gratispol: Gubernur Rudy Mas'ud akan evaluasi, program akan diperluas di 2026, Senin (9/2/2026).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Rita Noor Shobah
TRIBUN KALTIM/Raynaldi Paskalis
GRATISPOL - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud saat ditemui usai mengikuti rapat bersama jajaran forkopimda di ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim. Senin (5/1/2026). 5 fakta terbaru soal Gratispol: Gubernur Rudy Mas'ud akan evaluasi, program akan diperluas di 2026, Senin (9/2/2026).(TribunKaltim.Co /Raynaldi Paskalis) 

Melalui APBD, bantuan akan diberikan kepada mahasiswa semester satu hingga delapan, baik di kampus wilayah Kaltim maupun melalui kerja sama dengan perguruan tinggi di luar daerah.

Total penerima diperkirakan mencapai 124 ribu mahasiswa, mencakup jenjang S1, S2, hingga S3.

“Untuk 2026 penerima akan jauh lebih banyak, karena berlaku bagi mahasiswa semester satu sampai delapan yang memenuhi ketentuan,” jelas Faisal.

Baca juga: LBH Samarinda Terima Aduan Beasiswa Gratispol, dari Error, Terlambat hingga tak Ada Pencairan

Tambah Admin Gratispol

Program bantuan pendidikan Gratispol milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali mendapat sorotan, kali ini terkait lambatnya respons dari admin layanan.

Sejumlah mahasiswa mengeluhkan pertanyaan mereka di akun resmi Instagram Gratispol tidak segera dijawab, bahkan ada yang tidak mendapat balasan sama sekali.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) untuk menambah jumlah admin dan memperbaiki sistem layanan.

“Nanti akan ditambah, sistem juga akan diperbaiki,” ujarnya singkat, Senin (9/2/2026).

Jumlah Admin Terbatas

Saat ini, admin Gratispol hanya berjumlah 10 orang yang harus melayani ratusan ribu mahasiswa penerima program.

Selain menjawab pertanyaan, mereka juga bertugas melakukan verifikasi data mahasiswa, sehingga beban kerja cukup berat.

Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan anggaran, yang membuat jumlah admin tidak sebanding dengan kebutuhan pelayanan.

Baca juga: Admin Gratispol Lambat Respons, Kesra Kaltim: 10 Orang Layani Ribuan Mahasiswa

Sikap Gubernur Kaltim

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyerahkan teknis penanganan masalah ini sepenuhnya kepada OPD terkait, yakni Biro Kesra.

Namun, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh mahasiswa dapat merasakan manfaat program Gratispol.

“Kalau kebijakannya adalah bagaimana seluruh masyarakat Kalimantan Timur ini bisa ter-cover ataupun bisa mendapatkan pelayanan terbaik. Karena sesungguhnya kami semua ini adalah pelayan masyarakat Kalimantan Timur,” pungkas Rudy.  (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved