Berita Kutim Terkini
Kutai Timur Targetkan Ribuan Jamban Sehat, Rantau Pulung Jadi Pelopor Bebas BABS
Pemkab Kutai Timur tancap gas tekan stunting lewat pembangunan jamban sehat dan pemasangan bio septic tank.
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- Rantau Pulung resmi jadi kecamatan pertama ODF di Kutim dengan 356 jamban sehat.
- Sepanjang 2025 dibangun 223 jamban, dan 2026 ditargetkan tambah 176 unit.
- Dinas Perkim pasang ribuan tangki septik, termasuk bio septic tank ramah lingkungan.
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memacu program sanitasi layak sebagai langkah nyata menekan angka stunting.
Salah satu fokus utamanya adalah pembangunan jamban sehat dan pemasangan tangki septik bagi warga di berbagai kecamatan.
Langkah ini dilakukan bukan tanpa alasan.
Sanitasi yang buruk dianggap sebagai salah satu pemicu utama penyakit berbasis lingkungan yang berdampak langsung pada tumbuh kembang anak atau stunting.
Baca juga: Kepala Disdikbud Kutim 2 Kali Jadi Camat Terbaik Kaltim, Mulyono Usung Program Jamban Sehat non APBD
Sejauh ini, Kecamatan Rantau Pulung berhasil menjadi sorotan karena menjadi wilayah pertama di Kutim yang menyandang status Open Defecation Free (ODF) atau bebas dari praktik buang air besar sembarangan.
"Predikat ODF di Rantau Pulung ini bukan sekadar urusan administratif, tapi bukti adanya perubahan perilaku masyarakat yang kini jauh lebih sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Yuwana Sri Kurniawati, Jumat (27/2/2026).
Pencapaian di Rantau Pulung tersebut didukung dengan pembangunan sebanyak 356 unit jamban sehat.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi kecamatan lain di Kutai Timur untuk melakukan langkah serupa.
Baca juga: Dinkes Kutim Kejar Minimal 80 Persen ODF, Rencana Tahun Ini Bangun Seribu Jamban
Berdasarkan data yang dihimpun, komitmen Pemkab Kutim memang terlihat konsisten.
Sepanjang tahun 2025 lalu, tercatat sudah ada 223 unit jamban sehat yang selesai dibangun dan tersebar di beberapa titik strategis.
"Sanitasi yang layak adalah fondasi kesehatan. Lingkungan yang bersih akan menekan risiko infeksi berulang pada anak, yang menjadi salah satu faktor penyebab stunting," katanya.
Memasuki tahun 2026 ini, Dinas Kesehatan Kutim kembali merencanakan penambahan 176 unit jamban sehat.
Program ini menyasar keluarga yang selama ini memang belum memiliki akses sanitasi yang memadai di rumah mereka.
Baca juga: TPPS Kutim Kunjungi Bengalon, Banyak Warga yang Butuh Jamban Layak
Tak hanya Dinas Kesehatan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) juga ikut bergerak.
Mereka menargetkan pemasangan ribuan tangki septik individual, termasuk penggunaan teknologi bio-septic tank yang ramah lingkungan.
| 21 Puskesmas dan RSUD Talisayan Kutim Kini Berstatus BLUD, Simak Keunggulannya |
|
|---|
| Heboh Isu Asusila, Pegawai DPPKB Kutim Teken Petisi Tolak Eks Kadis dan Desak Pecat Oknum ASN |
|
|---|
| PHK di Depan Mata, Kutim Bergerak ke ESDM Minta Kuota Batu Bara Dikembalikan |
|
|---|
| Lindungi 1.200 Hektare Sawah, Pemkab Kutim Alokasikan Rp 00 Juta untuk Asuransi Petani di APBD 2026 |
|
|---|
| Wabup Mahyunadi Pimpin Kontingen Kutim di Porprov Kaltim 2026, KONI Incar 3 Besar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260227_Pembangunan-jamban-sehat-oleh-Pemkab-Kutim-untuk-masyarakat-yang-membutuhkan.jpg)