Sabtu, 25 April 2026

Berita Paser Terkini

Dinkes Paser Siaga Campak, Puskesmas Jadi Garda Terdepan Hadapi Ancaman Penyakit Menular

Penyakit campak kini menjadi perhatian serius bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Paser setelah sejumlah anak pada beberapa daerah di Kaltim

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Samir Paturusi
TRIBUN KALTIM/Syaifullah Ibrahim
ANTISIPASI CAMPAK - Gedung Puskesmas Tanah Grogot, Jalan DR. Cipto Mangunkusumo, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Selasa (17/3/2026). Dinkes Paser perkuat peran fasilitas kesehatan untuk antisipasi campak. (TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM) 

TRIBUNKALTIM.CO,TANA PASER - Penyakit campak kini menjadi perhatian serius bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Paser setelah sejumlah anak pada beberapa daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) terjangkit penyakit tersebut.

Meski belum merambah ke Bumi Daya Taka, upaya antisipasi terus digencarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Paser akan memperkuat peran fasilitas kesehatan tingkat pratama.

Kepala Dinkes Paser, Amri Yulihardi menyampaikan bahwa kehadiran Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Puskesmas Pembantu (Pusban) akan menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan.

"Antisipasi dari kami untuk mencegah penyakit campak yaitu lebih memperkuat upaya promotif dan preventif, terutama dalam fasilitas layanan kesehatan primer, Puskesmas dan Pusban," terang Amri, Selasa (17/3/2026).

Pola dan gaya hidup masyarakat dianggap turut memengaruhi risiko penularan campak, sehingga penerapan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan.

Baca juga: Musim Campak, Dinkes Kutim Minta Pemudik Jaga Kebersihan dan Bawa Hand Sanitizer

"Masyarakat perlu menerapkan gaya hidup bersih dan sehat, seperti saat Covid-19 lalu, kami anjurkan untuk rajin mencuci tangan. Tentu hal ini penting untuk diterapkan," tambahnya.  

Meski didapati adanya laporan kasus campak di daerah lain, Amri memastikan hingga saat ini tidak ada anak yang terjangkit penyakit tersebut di Kabupaten Paser.

Hal tersebut didasarkan pada hasil monitoring Dinkes Paser yang dilakukan ke seluruh Puskesmas di Bumi Daya Taka.  

"Kami sudah melakukan pemantauan secara menyeluruh, dan sampai sekarang belum ada laporan kasus campak di Paser," tegasnya.  

Amri juga mengimbau masyarakat agar segera membawa anak ke Puskesmas terdekat jika ditemukan gejala yang mengarah pada campak.

Baca juga: 72 Kasus Suspek Campak di Samarinda, Dinkes Tegaskan Belum Status KLB

"Kami mengimbau masyarakat jika ada anak yang terindikasi penyakit campak, segera bawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapat pelayanan kesehatan sehingga bisa diberi tindakan medis secara maksimal," pungkas Amri. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved