Berita Paser Terkini
Dinkes Paser Siaga Campak, Puskesmas Jadi Garda Terdepan Hadapi Ancaman Penyakit Menular
Penyakit campak kini menjadi perhatian serius bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Paser setelah sejumlah anak pada beberapa daerah di Kaltim
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,TANA PASER - Penyakit campak kini menjadi perhatian serius bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Paser setelah sejumlah anak pada beberapa daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) terjangkit penyakit tersebut.
Meski belum merambah ke Bumi Daya Taka, upaya antisipasi terus digencarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Paser akan memperkuat peran fasilitas kesehatan tingkat pratama.
Kepala Dinkes Paser, Amri Yulihardi menyampaikan bahwa kehadiran Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Puskesmas Pembantu (Pusban) akan menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan.
"Antisipasi dari kami untuk mencegah penyakit campak yaitu lebih memperkuat upaya promotif dan preventif, terutama dalam fasilitas layanan kesehatan primer, Puskesmas dan Pusban," terang Amri, Selasa (17/3/2026).
Pola dan gaya hidup masyarakat dianggap turut memengaruhi risiko penularan campak, sehingga penerapan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan.
Baca juga: Musim Campak, Dinkes Kutim Minta Pemudik Jaga Kebersihan dan Bawa Hand Sanitizer
"Masyarakat perlu menerapkan gaya hidup bersih dan sehat, seperti saat Covid-19 lalu, kami anjurkan untuk rajin mencuci tangan. Tentu hal ini penting untuk diterapkan," tambahnya.
Meski didapati adanya laporan kasus campak di daerah lain, Amri memastikan hingga saat ini tidak ada anak yang terjangkit penyakit tersebut di Kabupaten Paser.
Hal tersebut didasarkan pada hasil monitoring Dinkes Paser yang dilakukan ke seluruh Puskesmas di Bumi Daya Taka.
"Kami sudah melakukan pemantauan secara menyeluruh, dan sampai sekarang belum ada laporan kasus campak di Paser," tegasnya.
Amri juga mengimbau masyarakat agar segera membawa anak ke Puskesmas terdekat jika ditemukan gejala yang mengarah pada campak.
Baca juga: 72 Kasus Suspek Campak di Samarinda, Dinkes Tegaskan Belum Status KLB
"Kami mengimbau masyarakat jika ada anak yang terindikasi penyakit campak, segera bawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapat pelayanan kesehatan sehingga bisa diberi tindakan medis secara maksimal," pungkas Amri. (*)
| Pemkab Paser akan Tertibkan Pedagang Kaki Lima di Siring Kandilo |
|
|---|
| Ratusan Pelajar di Paser Bersaing Ikut Seleksi Paskibraka Melalui Sistem CAT |
|
|---|
| Pansus II DPRD Paser Akomodir Masukan OPD Dalam Penyusunan Tiga Raperda Strategis |
|
|---|
| Disperkimtan Paser Dorong Pemukiman Layak Bagi Masyarakat, 52 Persen Jalan Lingkungan Sudah Mantap |
|
|---|
| Satgas PBG Paser Diminta Perkuat Pengawasan untuk Antisipasi Bangunan Tanpa Izin |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260317-Gedung-Puskesmas-Tanah-Grogot.jpg)