Berita Samarinda Terkini
Kendala Operasional Insinerator Samarinda, Gaji Operator Rp2,5 Juta per Bulan
Operator insinerator di Kota Samarinda, Kalimantan Timur hingga kini masih berada dalam tahap pelatihan.
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Operator insinerator di Kota Samarinda, Kalimantan Timur hingga kini masih berada dalam tahap pelatihan.
Meski teknologi pengolahan sampah modern mulai diterapkan, praktik di lapangan menunjukkan bahwa prosesnya masih bergantung pada kesiapan teknis, sumber daya, hingga faktor cuaca.
Hal ini diungkapkan oleh salah satu Ketua Tim Insinerator di Kawasan Wanyi, Utha kepada TribunKaltim.co pada Rabu (15/4/2026).
Dia menjelaskan, selama masa pelatihan, aktivitas utama petugas meliputi pemilahan sampah, pembakaran sampah kering, hingga pengoperasian tungku pembakaran dalam durasi terbatas setiap harinya.
Baca juga: DLH Samarinda Siapkan APD Petugas Insinerator, Target Operasional Penuh Mei 2026
“Semua dilakukan dari jam setengah 9 pagi sampai setengah 2 sore. Sisanya pendinginan sampai sore, kemudian balik ke rumah masing-masing,” ungkapnya.
Ia menyebut, hingga saat ini belum ada kendala signifikan dalam operasional.
Namun, proses pembakaran masih sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar tambahan berupa kayu, terutama saat kondisi cuaca tidak mendukung.
“Jika kekurangan kayu atau di musim penghujan biasanya akan timbul asap sedikit,” ujarnya.
Dalam rutinitas harian, petugas mulai bekerja sejak pagi hari dengan melakukan persiapan mesin serta pembersihan sisa pembakaran sebelumnya sebelum memulai proses pembakaran.
“Jam 8 pagi kita datang, persiapkan mesin dan bersih-bersihkan sisa kemarin, dan setengah 9 dimulai pembakaran. Kita tidak bisa meninggalkan mesin kalau belum dingin, takutnya timbul api lagi dari dalam,” terangnya.
Proses pendinginan menjadi tahapan penting yang tidak dapat diabaikan, karena berkaitan langsung dengan keamanan operasional.
Lama waktu pendinginan bergantung pada suhu pembakaran yang digunakan.
“Pendinginan itu tergantung dari suhu yang kita bakar. Misalnya dalam pelatihan masih pakai suhu 500 sampai 700 derajat. Kalau di atas itu bisa satu sampai dua jam,” jelasnya.
Dari sisi kesejahteraan, Utha menyebutkan bahwa petugas insinerator saat ini menerima gaji sebesar Rp2,5 juta per bulan, sesuai dengan kesepakatan awal saat rekrutmen.
“Ini sudah dibahas waktu masih awal rekrutmen diberitahu,” ungkapnya.
| Samarinda Masuk 7 Kota Paling Maju di Indonesia Versi BRIN IDSD 2025 |
|
|---|
| Samarinda Waspada Kemarau Ekstrem, Walikota Terbitkan Imbauan Kesiapsiagaan |
|
|---|
| Ramai Video Testimoni Gratispol di SMAN 1 Samarinda, Pihak Sekolah Sebut Bukti Realisasi Program |
|
|---|
| DLH Samarinda Siapkan APD Petugas Insinerator, Target Operasional Penuh Mei 2026 |
|
|---|
| Ganjar Pranowo Ingatkan Ancaman Pembungkaman Kritik di Seminar UMKT Samarinda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260415_Insenerator-Samarinda-di-Kalimantan-Timur.jpg)