Jumat, 29 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

Kisah Napi Lapas Samarinda Sulap Lahan Sempit Jadi Lumbung Pangan

Bagi sebagian besar orang, dinding-dinding itu adalah simbol dari ruang gerak yang mati. Sebuah tempat di mana manusia dikurung 24 jam

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/Gregorius Agung Salmon
KETAHANAN PANGAN -  Area bagian belakang dan samping kiri kanan Lapas Kelas II A Samarinda yang dioptimalkan menjadi area ketahanan pangan yang luar biasa. (TRIBUNKALTIM.CO/GREGORIUS AGUNG SALMON) 

Tentu saja, mereka tidak bekerja sendirian. Pengawasan ketat dan pembinaan melekat dari petugas lapas menjadi menu wajib setiap hari, baik dari segi keamanan maupun edukasi teknis. Petugas turun langsung memberikan arahan tentang kebersihan kandang, dosis vitamin, hingga formula nutrisi tanaman.

"Tujuan utamanya adalah bekal. Kami mempekerjakan warga binaan di sini supaya nanti setelah masa pidananya selesai dan mereka bebas, mereka bisa mengaplikasikan keterampilan ini di tengah masyarakat," jelasnya.

Salah satu warga binaan yang mendapat berkah dari program ini adalah Wahyu Rahmadi.

Sehari-hari, Wahyu bisa kita sebut sebagai manajer bagi puluhan ayam petelur di lapas. Berteman dengan bau pakan dan riuhnya peternakan mini menjadi caranya menghabiskan waktu dengan cara yang positif.

"Tiap hari tugasnya kasih makan, minum, kasih vitamin, dan bersihkan kandang biar ayamnya tidak kena virus," ungkapnya.

Merawat ayam sebenarnya bukan hal baru bagi Wahyu. Jauh sebelum mengenakan baju tahanan, ia mengaku pernah memelihara ayam bangkok di rumahnya.

Namun, ilmu peternakan modern dan higienis justru baru ia dapati di balik jeruji besi ini.

"Di sini kami dilatih dari awal. Sekarang, saya bahkan bisa tahu ayam itu sehat atau sakit cuma dengan melihat bola matanya dan posisi kepalanya," ujarnya.

Baca juga: 48 WBP Baru Dipindah ke Lapas Samarinda, Jalani Skrining dan Mapenaling

Bagi Wahyu, program ini adalah oase di tengah masa hukuman yang menjemukan. Alih-alih merasa terkurung dan frustrasi, ia justru menemukan kedamaian baru di gang sempit itu.

"Senang pak, bahagia rasanya menjalani peternakan ini. Tenang karena ada kegiatan yang positif. Insya Allah, kalau nanti sudah keluar, saya mau kembangkan lagi peternakan seperti ini di luar," tutupnya. (*)

 

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved