Berita Samarinda Terkini
3 Alasan Program Parkir Berlangganan di Samarinda Masih Sepi Peminat, Ada Diskon 50 Persen
Program parkir berlangganan yang diinisiasi Pemerintah Kota Samarinda sejak 2025 lalu belum menunjukkan taji.
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Budi Susilo
Padahal, secara hitungan kasar, sistem ini sangat ekonomis.
Untuk roda dua, tarif Rp400.000 per tahun hanya setara dengan sekitar Rp1.077 per hari.
Baca juga: Dishub Samarinda Tertibkan Parkir Motor Pelajar di Permukiman, Sasar yang Tanpa SIM
Begitu pula untuk roda empat dengan tarif Rp1.000.000 per tahun, hanya setara Rp2.700 per hari.
Angka ini jauh lebih murah dibandingkan membayar parkir konvensional sebesar Rp2.000 hingga Rp3.000 untuk setiap sekali parkir.
Strategi Gelar Promo dan Jemput Bola
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu menjelaskan, untuk mendongkrak partisipasi, Pemkot Samarinda telah mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) yang memberikan potongan harga signifikan.
Jika kendaraan pertama dikenakan biaya normal, maka kendaraan kedua dan ketiga dalam satu keluarga akan mendapatkan diskon 50 persen.
Artinya, motor kedua hanya dibanderol Rp200.000 per tahun, dan mobil kedua menjadi Rp500.000 per tahun.
Baca juga: Parkir Liar di Teras Samarinda Meningkat, Dishub Siapkan Solusi dan Evaluasi
Tidak hanya itu, Dishub kini melakukan strategi jemput bola dengan membuka gerai pendaftaran di berbagai pusat keramaian, seperti ajang kuliner 'Pedas Puas', Car Free Night (CFN), hingga Car Free Day (CFD) setiap akhir pekan.
Manalu kembali menegaskan bahwa retribusi parkir tepi jalan yang dikelola secara resmi akan masuk langsung ke kas daerah.
"Ini demi pembangunan Kota Samarinda yang lebih baik. Kami mengajak warga untuk berpartisipasi dalam program ini," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260309-kendaraan-terparkir.jpg)