Kapal Tenggelam di Perairan Makassar 13 Tewas, Mayang Selamat setelah Berenang 15 Menit

Pihak Kepolisian belum memastikan penyebab tenggelamnya kapal Arsita di perairan Makassar.

Kapal Tenggelam di Perairan Makassar 13 Tewas, Mayang Selamat setelah Berenang 15 Menit
HO
Salah satu korban kapal tenggelam, Marthen hanya bisa tidur karena lemas. 

TRIBUNKALTIM.CO, MAKASSAR - Pihak Kepolisian belum memastikan penyebab tenggelamnya kapal Arsita di perairan Makassar. Namun berdasarkan kesaksian salah seorang penumpang selamat, Mayang (21), kapal yang ia tumpangi dihantam ombak besar.

"Seingat saya ada ombak besar yang hantam kapal, tidak lama setelah itu air sudah masuk," tuturnya saat ditemui di Rumah Sakit Jala Ammari TNI AL, Jl Satando, Makassar.

Dengan cepat kapal yang full muatan penumpang dan barang itu tenggelam. Mayang berusaha menyelamatkan diri dengan cara melompat dan beruntungnya ia bisa berenang. "Untung saya bisa berenang, jadi mungkin ada sekitar 15 menit saya berenang langsung ada pertolongan," ujarnya.

Baca: Awas Bawaslu Turunkan Tim Undercover, Incar Paslon Bagi-bagi THR saat Lebaran

Mayang (21) menuturkan, mayoritas penumpang merupakan warga Pulau Barang Lompo. Awalnya mereka berlayar dari Pulau Barang Lompo menuju Pelabuhan Paotere Makassar sejak pagi hari, untuk keperluan berbelanja kebutuhan lebaran.

Mayang sendiri ke Makassar bersama dengan temannya yang hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. "Saya bersama temanku ke Makassar beli keperluan lebaran termasuk beli baju," katanya.

Sekitar Pukul 12.00 Wita ia bersama penumpang lainnya berencana kembali ke Pulau Barang Lompo melalui Pelabuhan Paotere. Namun tak begitu lama sejak meninggalkan pelabuhan, Kapal yang ditumpangi tenggelam.

Data sementara sebanyak 13 penumpang tewas akibat kapal tenggelam di perairan Makassar. "Untuk data sementara ada 13 penumpang yang meninggal," kata Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Dicky Sondani.

Adapun rincian korban, yakni 8 orang meninggal di Rumah Sakit Jala Ammari TNI AL, Jl Satando, dan 5 lainnya dinyatakan tewas saat dievakuasi di Pulau Barang Lompo. Dicky menjelaskan saat ini jumlah penumpang yang diketahui sebanyak 35 orang.

Baca: Peredaran Uang Meningkat, Polres Paser Antisipasi Upal

Kapal penumpang yang sebagian besar hendak mudik dari Pelabuhan Paotere, Makassar menuju Pulau Barang Lompo tenggelam, Rabu (13/6). Informasi yang dihimpun kapal tersebut tenggelam sekitar Pukul 12.00 Wita. Adapun jumlah penumpang diperkirakan sekitar 32 orang. Tak lama setelah berangkat kapal tersebut tenggelam dan masih terlihat dari arah pelabuhan.

Dicky menjelaskan kapal tersebut adalah milik pribadi dan penumpang tidak menggunakan pelampung saat berlayar ke tengah laut. Tidak ada manifes penumpang yang didapatkan. Petugas pun kesulitan melakukan pendataan. "Kapasitas jumlah penumpang sekitar 60-70 orang. Ini kapal pribadi dengan nama kapal KM Arsita,"ujar Dicky. "Tidak ada life jacket di penumpang saat ditemukan," tambah Dicky.

Baca: Tak Cuma Piala Dunia, Ini yang Bikin Heboh Dunia dari Rusia

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan AKP Benny Pornika mengatakan kapal Arsita diduga kelebihan muatan sehingga tenggelam.

"Perahu antarpulau yang memuat sekitar 30 orang penumpang. Karamnya di sekitar Paotere dan Pulau Barang Lompo,"ujarnya. Hingga kini, polisi masih mencari sejumlah korban. Diduga masih ada korban yang terombang-ambing di tengah laut. (*)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved