Pilgub Kaltim 2018

Isran Noor akan Evaluasi Proyek di Kaltim, Begini Kata Awang Faroek

Memang, kata Awang Faroek, pasangan nomor 3 oleh sejumlah lembaga survei disebut-sebut menduduki peringkat teratas perolehan suara.

Isran Noor akan Evaluasi Proyek di Kaltim, Begini Kata Awang Faroek
TRIBUN KALTIM/DOAN PARDEDE
Gubernur Kaltim Awang Farek Ishak ketika akan meninggalkan kantor Bawaslu Kaltim, Jalan MT Haryono, Jumat (6/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pernyataan Isran Noor, calon Gubernur Kaltim nomor urut 3 yang akan mengevaluasi sejumlah proyek di Kaltim membuat Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak angkat bicara.

Awang Faroek Ishak usai memberikan keterangan di kantor Bawaslu Kaltim, Jalan MT Haryono, Jumat (6/7/2018) menyebut Isran terlalu jumawa.

Memang, kata Awang Faroek, pasangan nomor 3 oleh sejumlah lembaga survei disebut-sebut menduduki peringkat teratas perolehan suara.

Namun tentunya, tegas Awang, hasil resmi ada di KPU Kaltim.

Baca: Saling Lempar Pernyataan Antar Gubernur dan Cagub, Ini yang Dibilang Pengamat

Awang menyarankan agar Isran Noor dan para paslon lainnya bersabar menunggu pengumuman dan penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim oleh KPU Kaltim tanggal 9 Juli 2018 mendatang.

"Kalau quick count mengatakan Isran menang, itu kan quick count. Yang kita pakai perhitungan KPU. Jadi sabarlah. Jangan terus jumawa, seolah-olah sudah menjadi Gubernur. Semua kegiatan Gubernur mau dievaluasi," ujarnya.

Awang Faroek mengaku siap mendukung siapa saja yang akan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur yang diputuskan oleh KPU Kaltim.

"Siapapun yang menang itulah yang saya akui sebagai Gubernur dan saya akan langsung telepon memberikan ucapan selamat. Apakah nomor 1, 2, 3 dan 4, kita tunggu," ujarnya.

Baca: Kumpulkan Pengelola Kapal, Ini Peringatan Keras dari KSOP soal Keselamatan Penumpang

Awang juga mengingatkan bahwa evaluasi yang digadang-gadang Isran tersebut tidak mudah, dan ada yang berpotensi melanggar aturan.

Seperti proyek jalan tol Samarinda - Balikpapan dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang merupakan proyek Strategis Nasional (PSN), pembatalannya tak semudah dibayangkan.

"Pembatalannya harus berurusan dengan Kabinet Kerja," ujarnya. (*)


Penulis: Doan E Pardede
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help