Dinas ESDM Kaltim Tutup 2 Perusahaan Tambang Batu Bara di Tahun 2018, Ini Alasannya

Dua perusahaan tersebut terletak di Sangasanga, Kutai Kartanegara dan tambang ilegal di Desa Manunggal Jaya, Tenggarong Seberang.

Dinas ESDM Kaltim Tutup 2 Perusahaan Tambang Batu Bara di Tahun 2018, Ini Alasannya
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
ILUSTRASI - Aktivitas tambang batu bara 

Dinas ESDM Kaltim Tutup 2 Perusahaan Tambang Batu Bara di Tahun 2018, Ini Alasannya

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Cornel Dimas

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Program pengawasan yang dilakukan 38 inspektur tambang dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim sudah mulai terlihat di lapangan.

Kepala Dinas ESDM, Wahyu Widhi Heranata mengklaim sudah ada 2 perusahaan batu bara yang ditutup akibat terbukti menyalahi aturan selama tahun 2018.

Dua perusahaan tersebut adalah CV Sangasanga Perkasa (SSP) yang terletak di Sangasanga, Kutai Kartanegara dan tambang ilegal di Desa Manunggal Jaya, Tenggarong Seberang.

 

Sempat Buang Sabu yang Dibawa, M Yamin Ngaku Hanya Jalankan Perintah Napi Penghuni Lapas Narkotika

6 Makanan Ini Sebaiknya Tak Dikonsumsi Bersamaan dengan Durian, Bisa Berakibat Fatal

 

Khusus untuk CV SSP, kata Widhi pihaknya memang tak memberikan perpanjangan izin lantaran tidak direstui oleh warga RT 24 Sangasanga dalam.

"Walaupun itu ranah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kukar terkait amdal. Tapi saya juga bisa baca situasi, makanya kami tidak akan memperpanjang izinnya," tutur Widhi di Lamin Etam, Jalan Gajah Mada Samarinda Kalimantan Timur, Selasa (12/2/2019).

Sedangkan untuk tambang di Desa Manunggal Jaya, Widhi memastikan pihaknya sudah menutup sejak tahun lalu akibat aktivitas tambang ilegal.

"Kami sudah tutup. Sudah ditangani pihak berwajib," ujarnya.

 

KPU Putuskan Daftar Caleg Eks Koruptor Tak Diumumkan di TPS, Hanya di 2 Tempat Ini Saja

3 Film Indonesia Ini Tayang Tepat di Hari Valentine 14 Februari 2019, Salah Satunya Bergenre Horor

 

Selain itu di akhir tahun 2018, pihaknya juga sudah menutup lokasi Pit 1 West milik PT ABN yang terletak di Sangasanga, Kutai Kartanegara.

Keberadaan pit tersebut menyalahi aturan lantaran lokasinya tak sampai 500 meter dari jarak aman pemukiman dan fasilitas umum.

Belakangan diketahui pit tersebut hanya berjarak 178 meter dengan pemukiman dan fasilitas umum.

Ia berharap partisipasi masyarakat dan media untuk melaporkan kegiatan tambang ilegal maupun yang terindikasi menyalahi aturan agar pihaknya bisa memproses.

"Saya minta kepada masyarakat dan teman-teman pers untuk melaporkan kegiatan tambang ilegal dan bermasalah. Agar saya bisa turunkan tim untuk investigasi," katanya. 

Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved