Kisah Pilu Gadis Cilik Angeline
Pak RT: Margriet Wanita Cantik dan Seksi
Sosok Margriet Christina Megawe alias Telly yang pernah tinggal di Balikpapan, Kalimantan Timur, ternyata meninggalkan kenangan tersendiri.
Penulis: tribunkaltim |
Rumah Rp 2 Miliar
Hingga kemarin, tulisan 'Rumah Dijual' di halaman rumah dan tanah Margriet masih jelas terpampang. Jati tak tahu mengenai rumah tersebut hingga saat ini tidak terjual.
Menurutnya, sempat ada yang pernah menawar, namun tak ada titik temu mengenai harga.
"Dulu memang sering ada orang lihat-lihat rumah itu untuk dibeli. Tapi setelah ditelepon, Bu Telly mintanya tinggi, Rp 2 miliar. Ya jelas aja nggak laku, orang nggak ada yang mau harga segitu. Biar rumahnya besar, tanahnya luas, tapi kalau letaknya di dalam seperti ini, ya orang gak ada yang mau kalau harganya nggak sebanding," jelasnya.
Namun berbeda dengan informasi lain yang didapat Tribun Kaltim dari pihak keluarga. Rumah dan tanah yang berada di kawasan Jalan DI Panjaitan, Sumber Rejo, Balikpapan Tengah itu kini telah dimiliki Cathy Megawe, seorang notaris di Balikpapan, keponakan Margriet.
Hal ini diungkapkan Leslie, adik kandung Cathy Megawe. Cathy dan Leslie adalah putri Hans Megawe, kakak nomor tiga Margreit dari 9 bersaudara.
Balas budi Cathy terhadap Margriet, menurut Leslie, lantaran semasa kecilnya, Margriet lah yang merawat Cathy, memberikannya tempat tinggal, hingga menyekolahkannya saat masih di Jakarta.
Perangai itu yang mendorong Cathy meringankan beban Margriet dengan cara membeli rumah yang dicicilnya berdasarkan kebutuhan dan permntaan Margriet.
"Rumah itu sudah dua tahun lalu dibeli sama kakak saya Cathy, untuk harganya saya tidak tahu pasti berapa. Tapi yang jelas Cathy membelinya itu didasari atas balas budi dan tanggung jawab pada tante Telly. Tante Telly itu pernah mengasuh kami juga. Ia yang dulunya kaya sangat peduli dan keluarga. Sekarang suaminya sudah meninggal dan tidak ada uang pensiun, jadi dia bertahan hidup sendiri mengandalkan penjualan ayam itu," ungkapnya.
Berdasarkan penuturan Jati, beberapa ekspatriat pernah tinggal bersama Margriet dan Douglas B Scarborough, suaminya di rumah tersebut.
Kala itu, setiap tamu yang menginap, wajib melapor kepada ketua RT.
"Waktu itu ada 3-4 orang bule juga ikut tinggal di situ, mereka keliatannya pelaut, itu sudah lama ada mungkin tahun 2000-an," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/rumah-margriet_20150618_122522.jpg)