Senin, 4 Mei 2026

Opini

Rokok Dalam Prinsip Konsumsi Islam, Menimbang Sisi Manfaat dan Keberkahan

POLEMIK rokok menjadi viral akhir-akhir ini menyusul adanya isu Pemerintah yang ingin menaikkan harga cukai rokok.

Tayang:
Editor: Amalia Husnul A
SCREENSHOOT GOOGLE
Heboh beredarnya kabar rokok harga Rp 50 ribu per bungkus berawal dari berita Kompas.com yang kemudian dipelintir oleh penulis blog atau pembuat video YouTube. 

BACA JUGA: Dari Sabang sampai Merauke, Inikah 5 Destinasi Paling Fotogenik di Indonesia?

"Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya".

Rokok Dalam Prinsip Konsumsi Islam

Halal lagi baik merupakan konsep final yang ditawarkan Islam dalam mengkonsumsi sesuatu. Apabila kita melihat kerugian apa yang dihasilkan dari rokok sangat banyak bagi kesehatan.

Dalam asap rokok terdapat 4000 zat kimia berbahaya untuk kesehatan, dua diantaranya adalah nikotin yang bersifat adiktif dan tar yang bersifat karsinogenik (Asril Bahar, 2002 : 19).

Racun dan karsinogen yang timbul akibat pembakaran tembakau dapat memicu terjadinya kanker.

BACA JUGA: Liburan Idul Adha, Disporabudpar Prediksi Bakal Terjadi Lonjakan Wisatawan

Pada awalnya rokok mengandung 8 – 20 mg nikotin dan setelah dibakar nikotin yang masuk ke dalam sirkulasi darah hanya 25 persen. Walau demikian jumlah kecil tersebut memiliki waktu hanya 15 detik untuk sampai ke otak manusia.

Nikotin itu diterima oleh reseptor asetilkolin-nikotinik yang kemudian membaginya ke jalur imbalan dan jalur adrenergik.

Pada jalur imbalan, perokok akan merasakan rasa nikmat, memacu sistem dopaminergik. Hasilnya perokok akan merasa lebih tenang, daya pikir serasa lebih cemerlang, dan mampu menekan rasa lapar.

Sementara di jalur adrenergik, zat ini akan mengaktifkan sistem adrenergik pada bagian otak lokus seruleus yang mengeluarkan sorotonin.

Meningkatnya serotonin menimbulkan rangsangan rasa senang sekaligus keinginan mencari rokok lagi. (Agnes Tineke, 2002: 22).

BACA JUGA: Setelah Ceritanya Viral di Berbagai Medsos, Berikut Meme Mukidi yang tak Kalah Kocak

Hal inilah yang menyebabkan perokok sangat sulit meninggalkan rokok, karena sudah ketergantungan pada nikotin. Ketika ia berhenti merokok rasa nikmat yang diperolehnya akan berkurang.

Terlihat jelas bagaimana cara kerja rokok yang kurang memperhatikan prinsip konsumsi dalam Islam. Seperti prinsip israf dan tabzir.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved