Jumat, 10 April 2026

Opini

Rokok Dalam Prinsip Konsumsi Islam, Menimbang Sisi Manfaat dan Keberkahan

POLEMIK rokok menjadi viral akhir-akhir ini menyusul adanya isu Pemerintah yang ingin menaikkan harga cukai rokok.

Editor: Amalia Husnul A
SCREENSHOOT GOOGLE
Heboh beredarnya kabar rokok harga Rp 50 ribu per bungkus berawal dari berita Kompas.com yang kemudian dipelintir oleh penulis blog atau pembuat video YouTube. 

Oleh Fahmi Syam Hafid B.Irkh (Hons)
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Indonesia
fahmisyam@gmail.com


(HO-Dok Pribadi)

POLEMIK rokok menjadi viral akhir-akhir ini menyusul adanya isu Pemerintah yang ingin menaikkan harga cukai rokok. Kenaikan harga tersebut sontak menimbulkan perdebatan yang panjang dan menarik.

Para penikmat rokok secara otomatis menolak secara tegas dengan berbagai premisnya seperti faktor ekonomi petani tembakau, pekerja pabrik rokok, dan isu kebudayaan.

Pihak yang pro-peraturan pemerintah tak kalah juga mengeluarkan premisnya yang menilai kebijakan ini merupakan salah satu langkah menekan jumlah pecandu rokok yang sangat mengkhawatirkan, dan cukup membahayakan, karena betapa banyak korban meninggal akibat rokok.

Dalam hal ini penulis tidak ingin menentukan keberpihakan pada salah satu kubu yang berdebat, hanya saja penulis mencoba melihat fenomena rokok ini dalam kacamata prinsip dasar konsumsi dalam Islam.

BACA JUGA: Kantor DPP Sempat Digembok, Musda Golkar Kaltim Akhirnya Dilanjutkan

Fenomena Perokok di Indonesia

Indonesia merupakan surga bagi penikmat rokok, terlihat dari murahnya harga rokok, mudahnya mendapatkan rokok, dan kurangnya pengawasan.

Namun, menariknya di sini adalah meski sebagian perokok sudah paham dan tahu akan bahaya yang ditimbulkan akibat merokok, akan tetapi perilaku merokok tidak pernah surut dan tampaknya perilaku yang masih dapat ditolerir masyarakat.

Hal ini dapat kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah, kantor, kafe, angkutan umum maupun di jalan-jalan. Tak menilai laki-laki atau perempuan, hampir setiap saat dapat disaksikan dan dijumpai orang yang sedang merokok.

Biasanya orang-orang yang ada disekelilingnya seringkali tidak perduli.

Bahkan hal yang sangat memperihatinkan ketika menyaksikan fenomena rokok sudah merasuki anak-anak kecil, terlihat bila dulu orang mulai berani merokok biasanya mulai SMP, dan itupun harus diam-diam karena takut ketahuan merokok.

BACA JUGA: Kepada Seluruh Masyarakat Indonesia, Produsen Bihun Kekinian yang Bermerek Bikini Ini Meminta Maaf

Akan tetapi sekarang dapat dijumpai anak-anak SD kelas 5 sudah mulai banyak yang merokok, bahkan secara terang-terangan.

Kepuasan Rokok

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved