Terancam Longsor, Wabup Minta DPUTR Segera Lakukan Kajian Jalan Bujangga
Jalan Bujangga pernah mengalami longsor di tahun 1990an, setelah bertahun-tahun kemudian baru diperbaiki.
Agus mengakui, jika harus memperbaiki sisi sungai, Pemkab Berau tidak memiliki anggaran yang cukup.
Pasalnya, sejak Dana Bagi Hasil (DBH) pemerintah pusat ke daerah dikurangi, APBD Berau mengalami defisit.
“Kalau harus diperbaiki sendiri, tidak mungkin. Ini biayanya mahal, bisa sampai ratusan miliar,” ujarnya.
Berdasarkan hasil konsultasi dengan pemerintah pusat, kawasan Jalan Bujangga perlu dibangun kreb, bangunan menjorok ke sungai untuk membelokan arus sungai sehingga tidak menggerus sisi darat dan memicu longsor.
“Tapi ya itu tadi, biayanya luar biasa mahal. Kalau kondisinya begini ya kita harus lapor lagi (ke pemerintah pusat). Tapi saya akan minta kajian teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), percuma dibangun jembatan kalau nantinya longsor lagi. Saya baru dengar informasi ini, saya akan melihat ke lokasi dan kalau memang benar (ada potensi longsor), harus ditangani dengan cepat,” tandasnya.
Sebelumnya, Sekretaris DPUTR, Rahmad mengatakan, Jalan Bujangga di depan kawasan Inhutani, hanya persoalan waktu, sebelum mengalami longsoran keempat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/jalan-bujangga_20160212_185109.jpg)