Jumat, 24 April 2026

Terancam Longsor, Wabup Minta DPUTR Segera Lakukan Kajian Jalan Bujangga

Jalan Bujangga pernah mengalami longsor di tahun 1990an, setelah bertahun-tahun kemudian baru diperbaiki.

TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Badan jalan yang terus mengalami penurunan, mengakibatkan oprit jembatan menjadi menanjak, perlu kehati-hatian saat melintasi Jembatan Bujangga. Tampak seorang pegendara dibantu pengendara lainnya agar bisa melewati jalan ini. 

Agus mengakui, jika harus memperbaiki sisi sungai, Pemkab Berau tidak memiliki anggaran yang cukup.

Pasalnya, sejak Dana Bagi Hasil (DBH) pemerintah pusat ke daerah dikurangi, APBD Berau mengalami defisit.

“Kalau harus diperbaiki sendiri, tidak mungkin. Ini biayanya mahal, bisa sampai ratusan miliar,” ujarnya.

Berdasarkan hasil konsultasi dengan pemerintah pusat, kawasan Jalan Bujangga perlu dibangun kreb, bangunan menjorok ke sungai untuk membelokan arus sungai sehingga tidak menggerus sisi darat dan memicu longsor.

“Tapi ya itu tadi, biayanya luar biasa mahal. Kalau kondisinya begini ya kita harus lapor lagi (ke pemerintah pusat). Tapi saya akan minta kajian teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), percuma dibangun jembatan kalau nantinya longsor lagi. Saya baru dengar informasi ini, saya akan melihat ke lokasi dan kalau memang benar (ada potensi longsor), harus ditangani dengan cepat,” tandasnya.

Sebelumnya, Sekretaris DPUTR, Rahmad mengatakan, Jalan Bujangga di depan kawasan Inhutani, hanya persoalan waktu, sebelum mengalami longsoran keempat. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved