Detik-detik Tongkang Tabrak Atap Terminal Keberangkatan Tengkayu, Begini Pengakuan Sang Nakhoda

Namun tiba-tiba pukul 07.00 Wita, kondisi cuaca berubah atau ekstrem dengan turun hujan dan disertai gelombag mencapai 1 meter.

Penulis: Junisah |
IST
Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli, KSOP Kelas III Tarakan, Syaharuddin sedang melakukan pemerikasaan terhadap nahkoda kapal tongkang, Senin (15/1/2018) di Kantor KSOP Kelas III Tarakan 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Kepala KSOP Kelas III Tarakan, Letkol Marinir Abdul Rahman melalui Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli, Syaharuddin telah melakukan pemeriksaan terhadap nakhoda kapal Tungboat KSA 32/tongkang atau BG Intan 7504 atas nama Ahmad Andreansyah.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, Ahmad menceritakan, bahwa saat itu Kapal Tugbot KSA 32 tender di lambung kiri kapal tongkang atau BG Intan 7504, sedang memperbaiki tali towing sambil kapal bergerak maju pelan menuju Pulau Sadau untuk berlabuh jangkar.

Namun secara tiba-tiba cuaca berubah menjadi buruk atau ekstrem sehingga tongkang milik PT Kartika Samudera Jaya Samarinda terdampar ke tepi pantai di daerah jembatan besi (jembes) dan menabrak atap anjungan terminal keberangkatan Pelabuhan Tengkayu I.

Baca juga:

BREAKING NEWS - Polda Kalimantan Utara Resmi Terbentuk, Kapolri Sudah Teken SK-nya

Pengadilan Tolak ‎Gugatan Praperadilan soal SP3 Perkara Pelindo IV Cabang Samarinda

Pihak Sekolah Tertutup, Kadisdik Tak Mau Komentar Soal Guru yang Gantung Diri di Balikpapan

Berapa Ongkos Susun Satu Perda di Kalimantan Utara?

Ini 'Harga Terjangkau' untuk Rekrut Albert Gudmundsson dari PSV Eindhoven, Beranikah Klub Liga 1?

Inilah Foto-foto Situasi Pasca Ambruknya Balkon Tower 2 Gedung Bursa Efek Indonesia

“Dari hasil pemeriksaan, nakhoda mengatakan, kapal dan tongkang menuju Pulau Sadau untuk berlabuh jangkar karena selesai melakukan kegiatan bongkar muatan batubara di daerah Tanjung Batu. Sampai akhirnya tiba-tiba cuaca buruk dan kapal menabrak dermaga pelabuhan,” ucapnya, Senin (15/1/2018) usai melaksaakan pemeriksaaan.

Seperti diketahui, peristiwa bermula ketika kapal tugboat KSA/tongkang atau BG Intan 7504 sedang bergerak di wilayah bandar.

Saat bergerak, kondisi cuaca hujan sedang keadaan air laut bergelombang mencapai 0.50 sampai dengan 0.70 cm. 

Baca juga:

Lumpur Kembali Menyembur di Belakang Proyek Apartemen, Diduga Mengandung Gas Berbahaya

Tak Asing dengan Tarakan, Begini Pengalaman Berharga Anang Sofyan Saat Bertugas di Daerah Konflik

Kiper Asal Korea Selatan Resmi Masuk Skuat, Begini Respon Mitra Mania

Senang Dapat Sambutan Hangat, Begini Janji Striker Asal Spanyol untuk Mitra Kukar

Dibanding Pakai Pelatih Asing, Ini yang Lebih Dibutuhkan Atlet Gulat Agar Maksimal di PON 2020

Jika Polisi Terindikasi Tidak Netral, Kombes Vendra: Warga Boleh Langsung Melapor

Namun tiba-tiba pukul 07.00 Wita, kondisi cuaca berubah atau ekstrem dengan turun hujan dan disertai gelombag mencapai 1 meter hingga 1,50 meter. Lalu angin bertiup dari arah barat ke timur.

Ketika itu kapal tugboat KSA/tongkang atau BG Intan 7504 yang sedang melintas di dermaga Pelabuhan Tengkayu I sekitar ½ mil dari dermaga tiba-tiba terdorong dari gelombang dan kencangnya angin sehingga mendekati dermaga Tengkayu dan menabrak atap terminal keberangkatan Tengkayu I. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved