Berita Video
VIDEO - Galeri Wessaury, Pamerkan 9 Ribu Barang Antik
pusaka berbentuk hewan mitologi masyarakat Kutai, Lembuswana, Mandau dan jejeran majalah Tempo dan Gatra
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Nalendro Priambodo
TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN - Mengoleksi barang antik rupanya menjadi wasiat turun temurun diwariskan oleh keluarga satu ini. Bagaimana tidak, selama 5 generasi, keluarga Ibramsyah (61) tetap setia menjaga 9000 koleksi benda bernilai sejarah ini di rumahnya.
Rumah tembok berkelir oranye dan putih dengan lebar sekitar 10 meter dan panjang 12 meter itu, disulap bak sebuah museum pribadi. Berbagai barang kuno menghiasi sudut ruangan.
Baca Juga:
Bek Persiba Balikpapan Dapat Perhatian Khusus dari Pelatih Wanderley
873 Personel Polda Kaltim Bakal Digeser ke Kaltara
Pemprov Kaltara Siapkan Rp 75 Miliar untuk Bebaskan Lahan Markas Tetap Polda
Koleksi di galeri yang diberi nama Wessaury itu diantaranya uang kertas kuno dan koin dari 140 negara, keris-keris, naskah daun lontar, pedang Katana, keramik, piring antik berbahan emas dan perak. Termasuk kumpulan Poto lawas Soekarno dan Soeharto, sampai beberapa barang peninggalan kongsi dagang Belanda, VOC.
Di bagian tengah dan belakang rumah, kita dapat menyaksikan sejumlah parang yang terbuat dari batu, keris timbul juga berbahan dasar batu, pusaka berbentuk hewan mitologi masyarakat Kutai, Lembuswana, Mandau dan jejeran majalah Tempo dan Gatra mulai edisi awal sekitar tahun 70an.
Ibramsyah, generasi ke-4 pewaris barang antik itu mengatakan koleksi itu diwariskan turun temurun oleh kakeknya, Haji Abdul Rahman, mantan penghulu di Kampung Barru, Balikpapan, yang diakuinya sempat menajadi penasehat spiritual Presiden Soeharto saat masih menjadi jendral.
Baca: Bawaslu Segera Sikapi Dugaan Kecurangan KPUD Nunukan
"Mungkin ada 300 tahunan barang ini disimpan, dirawat dan dijaga. Tidak semua bisa kita pajang, karena tempatnya tidak cukup, masih banyak yang disimpan dalam peti. Pernah kita dipinjami gedung ukuran 25X25 meter saja masih tidak cukup nampung koleksi kita,"ujarnya, Selasa (13/3/2018).
Dalam aksara Sansekerta, Wessaury berarti 'wes urip' dalam bahasa Jawa. Diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti 'sudah hidup'. Menegaskan bahwa keluarga Ibramsyah sudah memutuskan untuk menampilkan koleksi warisan yang merupakan amanah ini.
Uniknya, pembuatan galeri ini dibantu oleh anaknya, Abi Ramadan Noor. Pria yang kesehariannya aktif sebagai pelukis realis ini. Hampir semua desain interior dan ia rancang sendiri untuk menarik minat generasi muda untuk mempelajari sejarah.
Baca: Heboh Motor Lawas Laku Rp 80 Juta, Warganet: Padahal di Desa Cuma Buat Pergi ke Sawah Tuh!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/galery-wessaury_20180313_231931.jpg)