Tragedi Tumpahan Minyak di Balikpapan

2 Korban Tewas Diduga Sempat Melawan Kobaran Api, Ini Hasil Analisa DVI Polda Kaltim

Sidik jari kedua korban masih dalan kondisi bisa terbaca alat yang mereka bawa. Sehingga diketahui identitas korban.

HO
Proses identifikasi oleh tim DVI Polda Kaltim bersama Inafis Polres Balikpapan terhadap kedua jasad korban. 

Gusti menjabarkan ciri-ciri yang didapat di jasad korban, seperti lebam berwarna pinky red (merah muda), kuku berwarna kebiruan, hingga luka bakar berat di sekujur tubuh.

Secara sederhana dapat disimpulkan, sebelum ajalnya tiba, kedua korban sempat berupaya bertahan hidup di tengah pusaran kobaran api.

Mereka saling berebut oksigen dengan api, kemudian kalah lalu menemui ajalnya.

"Rambut korban gosong keduanya. Wajahnya terbakar. Kekurangan oksigen itu cepat sekali, gak sampau 3 menit bisa meninggal. Apalagi mereka di tengah kobaran api. Api kan juga memerlukan oksigen untuk menyala," jelasnya.

Namun saat ditanya lebih mendalam terkait dugaan cara kematian korban pada insiden tersebut, pihaknya mengatakan tak bisa mengetahui persis bagaimana akhirnya korban itu meninggal.

Apakah terlebih dulu meninggal di perahu, atau korban sempat menyeburkan diri ke laut, atau mereka mati dalam sekejap terkena ledakan, hal itu masih menjadi misteri.

"Kita tidak lakukan otopsi, kemarin. Hanya pemeriksaan luar," tuturnya.

Bila otopsi dilakukan, pihaknya bisa mengetahui apakah korban di dalam air masih hidup atau meninggal.

"Saat hidup masuk air, dia akan menghirup cairan. Di rongga saluran nafas, pasti ada tersisa. Bila mati tenggelam, biasanya kita akan menemukan diatom, makhluk yang biasa di air," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved