Pilpres 2019
Terus Didukung Jadi Cawapres, Mahfud MD: Tidak Akan Maju, Saya Sudah Tahu Cawapresnya
Diketahui dukungan untuk Mahfud MD untuk menjadi calon wakil presiden terus bergulir.
TRIBUNKALTIM.CO - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Indonesia, Mahfud MD angkat bicara soal dukungan dirinya.
Diketahui dukungan untuk Mahfud MD untuk menjadi calon wakil presiden terus bergulir.
Tak hanya dari politikus namun juga dari netizen Indonesia.
Baca: Menikah Dua Bulan Lalu, Putri Marino Disebut-sebut Hamil 4 Bulan, Begini Kata Chicco Jerikho
Baca: Pidato Jokowi soal Racun Kalajengking Bikin Heboh, Ini 4 Manfaatnya
Baca: Kepala Sekolah SMP Diduga Jadi Otak Pembobolan Soal UNBK, Kini Diburu Polisi
Hal ini dibuktikan dengan seruan yang diberikan oleh pemilik akun Twitter @_ikaha, Kamis (3/5/2018).
Ia menginginkan agar Mahfud MD menjadi seorang cawapres.
"Saya juga ingin bukti Prof....ayo maju sbg cawapres," tulis pemilik akun @_ikaha.
Baca: Terus Didukung Jadi Cawapres, Mahfud MD: Tidak Akan Maju, Saya Sudah Tahu Cawapresnya
Baca: Kisah Perjalanan Hidup Via Vallen, Sebelum Jadi Miliarder Cantik Sungguh Penuh dengan Cobaan
Baca: MotoGP Spanyol 2018 Digelar Akhir Pekan Ini, Sirkuit Jerez Resmi Ganti Nama, Begini Penjelasannya
Tak berselang lama, Mahfud MD pun memberikan tanggapan atas kicauan dari akun Twitter @_ikaha.
Mahfud menyebut jika dirinya tak akan maju menjadi seorang cawapres.
Karena Mahfud MD sudah tahu siapa cawapres sebenarnya.
Baca: Jalani Sidang Kelima, Jennifer Dunn Tampak Santai dan Kerap Senyum, Abis Dapat Telpon Faisal Haris?
Baca: Ely Sugigi Unggah Tulisan Begini, Putus dengan Irfan, Cowok Berondongnya?
Baca: Dramatis, Marseille Lolos ke Final untuk Tantang Atletico Madrid
"Tidak akan maju. Sy sdh tahu cawapresnya," tulisnya.
Tak hanya itu, Mahfud jika ingin menjadi cawapres tentunya ia tak akan mengumbar omongan.
Baginya menjaga intergritas adalah sesuatu hal yang lebih penting daripada menjadi seorang cawapres.
"Kalau saya ingin jadi cawapres tentu saya tak bicara blak2an agar disenangi oleh semua pihak. Bagi sy bcr benar dan menjaga integritas itu lbh mahal daripada jabatan wapres," jawabnya.
Tak hanya itu saja, Mahfud juga menjelaskan jika terlalu banyak tantangan di negara ini.
Dia hanya tak ingin mempertaruhkan nasib bangsa Indonesia di tangannya.
Mahfud menyerahkan para elit politik dan partai politik untuk menentukan siapa capres dan cawapres yang cocok diusung di Pemilihan Presiden 2019.
"Tantangan bagi negara ini ke depan berat. Saya tak ingin dan tak berani mempertaruhkan nasib bangsa dan negara di tangan saya. Biar parpol2 dan capres mencari cawapresnya. Sy tak mau menawarkan diri," pungkasnya.
Baca: Perilaku Masyarakat Jelang Ramadhan, Ini Daftar 5 Pencarian Teratas dari Survei Google
Baca: Biar Wow, Nikita Mirzani Jalani Operasi Pengencangan Vagina dan 2 Operasi Lain dalam 1 Hari
Baca: Sebut Pidato Jokowi soal Racun Kalajengking Memalukan, Jubir PSI: Fadli Zon Ngawur
Diketahui, Mahfud adalah satu dari beberapa orang yang digadang-gadang akan menjadi pendamping Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019.
Tak hanya Mahfud, namun nama Muhaimin Iskandar, Menteri Susi Pudjiastuti dan Menteri Sri Mulyani juga disebut layak menjadi pendamping Jokowi selanjutnya. (*)