Penumpang Ramai Menginap di Pelabuhan Semayang, Sebut Fasilitas Kamar Mandi Kotor
"Ndak papa di sini saja, sudah biasa juga kalau di tempat saya nginap di kebun sawit," ujarnya sambil tertawa.
MUI Sidak Proses Penyembelihan Ayam di Pasar Baru, Begini Hasilnya
Di tempat terpisah, di Terminal lantai 2, Diani yang sudah menggelar tikar miliknya tersebut berencana menginap di ruangan ber-AC tersebut. Perempuan paruh baya yang tinggal di Bontang tersebut berencana untuk mudik ke kampung halamannya di Surabaya.
"Mumpung libur lebaran, silaturahmi sama orangtua di sana," ujar Diani.
Dengan menempuh waktu perjalanan sekitar 9 jam, ia bersama anggota keluarganya menggunakan mobil pribadi, sudah membawa persiapan bekal sedari rumah.
Ia mengantisipasi pengeluaran yang tak diinginkan dalam hal membeli makanan di tempat-tempat seperti pelabuhan.
"Ini bawa sendiri makannya dari rumah. Kalau disini lumayan, sekitar 20 ribuan," ujar Diani.
Untuk kegiatan mandi cuci dan kakus, Diani mengatakan tidak berniat untuk mandi di kamar mandi yang tersedia di Terminal lantai 2. Kondisinya kotor, tak bersih, berbau tak sedap.
"Ini saya sudah mandi dari rumah tadi mas. Kalau disini ndak mau saya, jorok," ujarnya.
Ia bertahan untuk tidak beraktivitas di fasilitas kamar mandi di terminal lantai 2, antisipasi dengan mandi terlebih dahulu sebelum berangkat.
"Saya tahan 2 hari ndak mandi. Mandi pun, kalau pas hujan," ujar anak Diani sambil bercanda. (*)