Dugaan Pungli di TPK Palaran

Dua Terdakwa Kasus Megapungli TPK Palaran Resmi Ditahan, Begini Perlakuannya di Dalam Lapas

Jafar divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 2,5 miliar. Mulai masuk ke Lapas Klas II Samarinda sejak, Sabtu (14/7/2018).

Dua Terdakwa Kasus Megapungli TPK Palaran Resmi Ditahan, Begini Perlakuannya di Dalam Lapas
TRIBUN KALTIM / NALENDRO PRIAMBODO
Jafar Abdul Gaffar, dikawal petugas berseragam hitam dari Subdit 3 Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Kaltim, di bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Sabtu (14/7/2018). Ia menjalani eksekusi putusan MA, setelah terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang dari hasil pengelolaan lahan parkir dan Koperasi Samudera Sejahtera (Komura) 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dua terpidana kasus megapungli di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran, yakni Ketua Koperasi Samudera Sejahtera (Komura) Jafar Abdul Gaffar dan Sekretaris Komura Dwi Hariwinarno telah dieksekusi Kejaksaan dan kini menjalani masa tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Klas II Samarinda.

Jafar divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 2,5 miliar. Mulai masuk ke Lapas Klas II Samarinda sejak, Sabtu (14/7/2018).

Sementara Dwi yang divonis 10 tahun penjara dan denda Rp.2,5 miliar mulai masuk sejak, Kamis (12/7/2018) lalu.
Kepala Lapas Klas II Samarinda, M Ikhsan yang ditemui usai mengikuti sebuah acara di kantor Kanwil

Kemenkumham Kaltim, Jalan MT Haryono, Rabu (25/7/2018) memastikan bahwa Jafar dan Dwi tidak mendapatkan fasilitas atau perlakuan khusus di dalam Lapas.

Baca: Warga RT 24 Sangasanga Kukar Siap Pakai Uang Kas untuk Operasional Perjuangan Tolak Tambang

Keduanya menempati sel yang sama dengan narapidana (napi) lainnya.

Jafar ditempatkan di blok Garuda dan Dwi di Blok Enggang.

Dibanding blok-blok lainnya, dua blok ini memang memiliki kapasitas lebih kecil, yakni sekitar 60 napi.

Sementara blok lainnya yang berukuran lebih besar bisa menampung hingga 90 napi.

"Kedua (Jafar dan Dwi) dipisah, berbeda blok. Ya memang nggak jauh, bersebelahan saja," ujarnya.

Baca: BREAKING NEWS - Terbukti Dukung Paslon di Pilgub Kaltim, Bupati Muharram Divonis 4 Bulan Penjara!

Begitu juga hak menerima tamu, juga sama seperti napi-napi lainnya. Jika ingin membesuk, tamu harus datang sesuai jadwal kunjungan yang sudah ditentukan pihak Lapas Klas II Samarinda.

"Kalau berkunjung tetap di waktu-waktu yang sudah kita tentukan," ujarnya. (*)

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved