CPNS 2018

Ada yang Menarik di Hasil Akhir CPNS 2018 Komnas HAM, Ada Nilai Peserta P2/L Jauh Unggul dari P1/L

Pengumuman Hasil akhir CPNS 2018 Komnas HAM ini merupakan integrasi nilai seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB).

Ada yang Menarik di Hasil Akhir CPNS 2018 Komnas HAM, Ada Nilai Peserta P2/L Jauh Unggul dari P1/L
capture https://www.komnasham.go.id
Pengumuman kelulusan akhir CPNS 2018 Komnas HAM 

Dalam pengumumannya, Komnas HAM juga memberikan informasi seputar tahapan CPNS 2018 yang sudah dilalui hingga akhirnya hasil akhir diumumkan.



 


No.

INFORMASI

1

Informasi Pendaftaran CPNS Komnas HAM TA. 2018 
Klik Informasi Pendaftaran CPNS

2

Jadwal Pendaftaran semula berakhir pada tanggal 7 Oktober 2018 pukul 23.59WIB, sesuai dengan surat Kepala BKN Nomor: K26-30/V 141-2/99 tentang perpanjangan jadwal pendaftaran CPNS tahun 2018, maka diperpanjang sampai dengan 15 Oktober 2018 pukul 23.59WIB. 
Klik File Pengumuman

3

PENGADUAN HELPDESK CPNS KOMNAS HAM 2018 AKAN DITUTUP PADA HARI MINGGU 14 OKTOBER 2018 PUKUL 23.59

4

JADWAL SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) KOMNAS HAM RI TAHUN 2018 
Klik Jadwal Seleksi

5

HASIL SELEKSI ADMINISTRASI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) KOMNAS HAM RI TAHUN 2018 
Klik Hasil Seleksi Administrasi

6

RALAT HASIL SELEKSI ADMINISTRASI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) KOMNAS HAM RI TAHUN 2018 (TAMBAHAN) 
Klik Ralat Hasil Seleksi Administrasi (Tambahan)

7

Jadwal pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil 
Klik Jadwal Seleksi SKD

8

Peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (Tambahan) 
Klik Peserta

9

Laporan Hasil Computer Assisted Test (CAT) Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) 
Calon Pegawai Negeri Sipil Komnas HAM Tahun 2018 
Klik Hasil CAT / SKD

10

Penundaan Jadwal Pengumuman Hasil SKD dan Pelaksanaan SKB Pada Seleksi 
Calon Pegawai Negeri Sipil Komnas HAM Tahun 2018 
Klik Pengumuman

11

Pengumuman Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) 
Calon Pegawai Negeri Sipil Komnas HAM Tahun 2018 
Klik Pengumuman

12

Pengumuman Hasil Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) 
Calon Pegawai Negeri Sipil Komnas HAM Tahun 2018 
Klik Pengumuman

 


 

Berdasarkan pengamatan Tribunkaltim.co ada hal menarik dalam pengumuman kelulusan CPNS 2018 Komnas HAM tersebut.

Dari sejumlah nama yang dinyatakan lulus CPNS 2018 Komnas HAM, ada nilai peserta P2 (tidak lolos passing grade tapi memenuhi ambang batas) yang jauh lebih tinggi daripada nilai peserta P1 (lolos passing grade).

Munculnya P2 ini sesuai dengan dengan Peraturan Menteri PANRB (Permenpan) No 61 Tahun 2018 yang menerapkan sistem rangking yang menjadi solusi banyaknya pelamar CPNS 2018 yang tidak lolos passing grade.

Berikut arti dan maksud kode yang ada di kolom keterangan pengumuman  CPNS 2018:

1. Kode P1 adalah peserta kelompok 1 yang memenuhi Nilai Ambang Batas SKD namun tidak dapat mengikuti SKB.

2. Kode P2 adalah peserta kelompok 2 yang memenuhi Nilai Kumulatif SKD namun tidak dapat mengikuti SKB.

3. Kode P1/L adalah peserta kelompok 1 yang memenuhi Nilai Ambang Batas SKD dan dapat mengikuti SKB.

4. Kode P2/L adalah peserta kelompok 2 yang memenuhi Nilai Kumulatif SKD dan dapat mengikuti SKB.

5. Kode TL adalah peserta tidak memenuhi Nilai Ambang Batas SKD dan Nilai Kumulatif SKD.

6. Kode TH adalah peserta tidak hadir.

7. Kode TMS adalah peserta yang dinyatakan gugur.

Dikutip dari Tribunnews.com, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) menyatakan Peraturan Menteri PANRB (Permenpan) No 61 Tahun 2018 yang menerapkan sistem rangking dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 hanya diberlakukan bagi formasi CPNS 2018 yang kosong. 

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur (SDMA) Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmaja mengatakan metoda yang diterapkan untuk pengisian formasi yang masih kosong dengan kombinasi antara sistem ranking untuk memilih tiga terbaik di setiap formasi yang kosong, serta adanya nilai minimum kumulatif sebesar 255 yang harus dipenuhinya agar peserta tetap berkualitas.

Setiawan melanjutkan, Permenpan No 61 Tahun 2018 tidak merubah atau membatalkan kebijakan sebelumnya yang tertuang dalam Peraturan Menteri PANRB No. 37/2018 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018.

Menurutnya, Permenpan No 61 Tahun 2018 itu diharapkan menjadi solusi terhadap keterbatasan jumlah kelulusan peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), serta terjadinya disparitas hasil kelulusan antar wilayah yang berpotensi tidak terpenuhinya formasi yang telah ditetapkan.
Seperti diberitakan sebelumnya, tingkat kelulusan SKD CPNS tahun 2018 ini kurang dari 10 persen.

 Selain itu, banyak formasi kosong lantaran pesertanya tidak ada yang memenuhi passing grade.

Kalau kondisi itu dibiarkan, dikhawatirkan banyak formasi yang sudah ditetapkan tidak terisi.

Tanpa mengurangi kualitas CPNS yang direkrut, Deputi Bidang SDMA Kementerian PANRB itu mengemukakan, alokasi penetapan formasi CPNS tahun 2018 perlu dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan PNS sehingga tidak mengganggu pelayanan publik.

“Kebijakan itu tak lepas dari kenyataan bahwa banyak peserta SKD yang nilai kumulatifnya cukup tinggi, meskipun ada salah satu kelompok soal yang tidak memenuhi ambang batas kelulusan sesuai ketentuan Peraturan Menteri PANRB No. 37/2018,” terang Setiawan.

Apabila terdapat peserta yang nilai kumulatif SKD-nya sama, penentuan didasarkan secara berurutan mulai dari nilai Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Wawasan kebangsaan (TWK).

“Tetapi kalau yang nilainya sama lebih dari tiga kali alokasi formasi, maka semua akan diikutsertakan mengikuti SKB,” ungkap Setiawan.

Untuk kelompok pelamar umum, nilai kumulatif SKD minimal yang diperkenankan mengikuti SKB adalah 255.

Ketentuan ini termasuk di dalamnya untuk jabatan dokter spesialis, instruktur penerbang, petugas ukur, rescuer, ABK, pengamat gunung api, penjaga mercusuar, pelatih/pawang hewan, penjaga tahanan, serta formasi untuk lulusan terbaik (cumlaude).

Sedangkan untuk formasi penyandang disabilitas, putra/putri Papua/Papua Barat, tenaga guru, tenaga medis/paramedis dari eks tenaga honorer K-II, nilai kumulatif SKD paling rendah 220.

Peraturan Menteri PANRB tersebut, lanjut Setiawan, juga mengatur tata cara pengisian formasi yang belum terpenuhi setelah dilakukan integrasi nilai SKD dan SKB.

Seperti diatur dalam Peraturan Menteri PANRB No. 36/2018, SKD memiliki bobot 40 persen, sedangkan bobot SKB 60 persen.

Contoh Kasus Penerapan Permenpan No 61 Tahun 2018

Untuk lebih memudahkan memahami Permenpan No 61 Tahun 2018, Badan Kepegawaian Negara (BKN) membagikan contoh kasus penentuan peserta Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS 2018. 

Kasus 1

Formasi: 1

Lolos PG Awal: 1

Yang ikut SKB: 1

Kasus 2

Formasi: 1

Lolos PG awal: 0

Yang ikut SKB: 3 (ranking 1-3)

Kasus 3

Formasi: 2

Lolos PG: 2

Yang ikut SKB: 2 (keduanya yg lolos PG awal)

Kasus 4

Formasi: 2

Lolos PG awal: 1

Yang ikut SKB: 4, terdiri dari
- 1 yang lolos PG awal untuk mengisi formasi #1
- 3 (yang tidak lolos PG awal, ranking 3 terbaik) untuk memperebutkan formasi #2

Kasus 5

Formasi: 1

Lolos PG Awal: 7

Yang ikut SKB: 3 (yang lolos PG Awal dan ranking 3 terbaik)

 

 

Tentang Peserta tak Lolos Passing Grade Berhak Ikut SKB

Peserta yang tidak lolos PG awal, dapat mengikuti SKB jika dan hanya jika:

a. ada formasi yang kosong (tidak terisi oleh mereka yang lolos PG awal)

b. menduduki ranking 3 terbaik, untuk setiap formasi yang kosong. Misal:
- formasi yang kosong 1, ranking 1-3 yang ikut SKB
- formasi yang kosong 2, ranking 1-6 yang ikut SB

Bila nilai tetap sama, semua peserta dalam ranking tersebut diikutsertakan SKB.

Berikut contoh nilai kelulus peserta P2 jauh lebih tinggi dari peserta P1 :

Nilai p2 lebih tinggi dari P1
Nilai p2 lebih tinggi dari P1 (capture https://www.komnasham.go.id)
 
Penulis: Doan Pardede
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved