Gambaran Tugas Berat TNI, Para Prajurit Rela Tidur di Atas Pohon Hutan Belantara
Populer di media sosial, foto-foto prajurit, TNI yang tidur di atas pohon. Ini awalnya disebar di media sosial, Facebook, prajurit di hutan belantara.
TRIBUNKALTIM.CO - Viral di media sosial foto-foto prajurit, TNI, tidur di atas pohon, sebuah kawasan hutan belantara.
Foto-foto tersebut pertama kali diunggah oleh akun Facebook Agung Prayoga, pada Kamis (21/3/2019). Suasana gelap gulita di atas pohon, hutan belantara.
Lantas akun instagram @makassar_iinfo ikut mempostingnya pada Jumat (22/3/2019).
Kodam Mulawarman Bentuk Timsus Netralitas TNI dalam Pilkada
Museum Kodam Mulawarman Mengejar Kebutuhan Zaman
Dalam foto terlihat para prajurit TNI tertidur pulas di atas pohon.
Kenapa harus tidur di pohon, ada-ada saja.
Gunung Everest Mencair, Jasad-jasad Pendaki yang Hilang Mulai Nampak Wujudnya
Mengenakan seragam loreng-loreng pakaian dinas lapangan, para prajurit, TNI juga menggunakan tali besar untiuk melilitkan tubuh mereka di pohon.
Tali besar itu berguna sebagai pengaman agar mereka tidak terjatuh dari atas pohon.
Berbagai gaya tidur diperlihatkan para prajurit TNI tersebut.
Ada dari mereka yang tertidur dalam posisi duduk sambil memeluk batang pohon.
Ada juga yang mengambil posisi ranting paling atas, dan terlihat pula seorang prajurit mengambil posisi ranting paling bawah agar semua anggota TNI tersebut mempunyai tempat untuk tidur.
Bahkan dalam unggahan tersebut, tampak pula ada anggota TNI yang tidur di atas ranting pohon cukup tinggi tanpa menggunakan helm pengaman.
Tampak anggota TNI tersebut meletakkan helmnya di bagian perut sambil memeganginya.
Sementara itu, ada pula yang tidur terlungkup di atas pohon dengan posisi berpegangan pada sebuah tali.
Kisah Ayah di Pasaman Diduga Cabuli Anak Kandungnya, Hamil Sampai Lahirkan Bayi Pria
Kajian dari Vietnam, Timnas U-23 Indonesia Terlalu Lemah atau Timnas U-23 Thailand Terlalu Kuat?
Ternyata cara tidur di atas pohon ini dijuluki 'Tidur Kalong.'
Bukan hanya TNI, di pendidikan dasar Pecinta Alam juga diajarkan teknik ini.
Tujuan tidur Kalong ialah untuk menghindari gangguan atau serangan dari hewan buas ketika terlelap di dalam hutan.
Sementara dalam caption bertuliskan
"Perjuangan prajurit TNI di hutan Papua, demi tugas negara ia rela tidur di atas pohon. Mereka tidur di atas pohon untuk menghindari binatang buas di hutan belantara. Foto : Agung Prayoga (Grup Facebook Papua) 21 Maret 2019,"
Mungkin kurang tepat.
Para prajurit itu kemungkinan besar sedang mengikuti pendidikan entah Marinir atau Kopaska TNI AL.
Hal ini terlihat ada gambar jangkar di helm dan badge segitiga kuning serta tali besar di badan yang berarti mereka adalah siswa didik kemiliteran.
Pasukan TNI Berjalan Kaki 80 Km Tembus Hutan Belantara di Kalimantan Utara
Pasukan TNI Angkatan Darat atau TNI AD, wilayah Kodam VI Mulawarman, Batalyon Infanteri Raider 613/Raja Alam, yang lebih populer disebut Yonif Raider 613/Raja Alam telah berhasil jelajah wilayah Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.
Area di Krayan itu dikategorikan sebagai tempat perawan yang sama sekali belum dijamah oleh prajurit, patroli mana pun.
Baru tim dari Yonif Raider 613/Raja Alam saja yang mampu menapaki daratan hutan Krayan yang terpencil jauh dari pusat pemerintahan daerah dan perkotaan.
Kondisi yang belantara tanpa ada saluran komunikasi telepon seluler membuat para prajurit Yonif Raider 613/Raja Alam tak kendur, harus mundur dari hutan. Prajurit menjalani tugas ini secara gagah perkasa, tak gentar menembus ganasnya alam liar di Krayan, Kalimantan Utara.
500 MBR di Berau Dapat Sambungan Air Bersih Gratis
4 Alamat Gerai Samsat di Kota Balikpapan, Ada yang Berada di Dalam Mall
Bandara SAMS Balikpapan Beri Atensi Kedatangan Tokoh Politik Jelang Pemilu 2019, Ini Sebabnya
Hal ini diungkapkan oleh Kapendam VI/Mulawarman, Kolonel Kav Dino Martino kepada Tribunkaltim.co melalui press rilis yang dikirim melalui sambungan WhatsApp pada Jumat (1/3/2019) pagi di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Tim prajurit, Yonif Raider 613/Raja Alam bagian dari batalyon infanteri Raider di bawah Brigade Infanteri 24/Bulungan Cakti, Kodam VI/Mulawarman. Keberadaan Batalyon ini bermarkas di Kota Tarakan, Kalimantan Utara.
Kata Kolonel Kav Dino Martino, belum lama ini, Tim patroli patok perbatasan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 613/Raja Alam akhirnya berhasil menyelesaikan tugas yang cukup berat.
Naik Bus, Kapolda Kaltim Kunjungi Lanud Balikpapan, Ini yang Mereka Bahas
Sinyal Telkomsel Tembus Pedalaman Long Apari, Pedagang Merasa Efektif Efisien
Ditambahkan, Kolonel Kav Dino Martino bahwa mereka para prajurit melaksanakan patroli patok perbatasan Republik Indonesia - Malaysia.
Saat tiba dan berada di lokasi hutan Krayan, menemukan sebanyak 371 patok di area blank post atau area yang bekategori belum pernah terpatroli.
Inilah di wilayah Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara.
Pasukan Yonif Raider 613/Raja Alam telah berhasil berada di wilayah isolasi terpencil alam belantara Perbatasan Indonesia-Malaysia di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. (HO/Kodam VI Mulawarman)
"Kegiatan patroli patok perbatasan tersebut mulai dilaksanakan sejak awal bulan hingga akhir Februari lalu," ungkap Kolonel Kav Dino Martino.
Kemudian Kolonel Kav Dino Martino jelaskan, aktivitasnya dimulai dari patok C700 hingga patok C482.
Keberadaan tim ini dipimpin oleh Lettu Inf Solo Atmanegara, Danpos Long Midang yang didampingi oleh Perwira Topografi, Letda Ctp Yudi.
Mereka bergerak menyusuri medan yang cukup sulit dengan cuaca yang ekstrim.
Melihat Makam Tua Belanda di Asrama Bukit Balikpapan, Batu Nisan Bertuliskan Gaya Belanda
Lima Hal Makam Tua Belanda Asrama Bukit Balikpapan, Wabah Malaria Sampai Kuburan Rusak Berlumut
VIDEO - Batu Nisan Bertuliskan Gaya Belanda, Inilah Makam Tua Belanda di Kota Balikpapan
"Alamnya sangat berat, medannya benar-benar menantang, banyak rintangan. Susah sekali, mau menemukan patok susahnya setengah mati. Soalnya patok dibuat sejak tahun 1977," urai Kolonel Kav Dino Martino.
Lagi pula sejak tahun itu, belum ada sama sekali yang pernah patroli lagi, atau mendatangi ke lokasi.
"Tim diterjunkan, sekaligus memantau dan mengawasi wilayah blank post area yang sudah 42 tahun tersebut. Ini daerah memang hampir tidak pernah terjamah oleh manusia, benar-benar masih asli hutannya," kata Kolonel Kav Dino Martino.
Selain melaksanakan pengecekan patok perbatasan yang belum pernah dilakukan pemeriksaan semenjak di pasang, tugas lain dari Satgas Pamtas juga melaksanakan tugas teritorial dan membina kesadaran bela negara masyarakat di wilayah perbatasan, Kalimantan Utara dengan Malaysia.
"Untuk menunjukkan kehadiran negara di wilayah perbatasan sebagai bagian dari pemberdayaan wilayah pertahanan khususnya wilayah perbatasan Indonesia Malaysia," kata Kolonel Kav Dino Martino.
Hari Ini pada 70 Tahun Lalu, Terjadi Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta
Beasiswa Angkat Asa Pendidikan Ratusan Mahasiswa Palestina
Di tempat terpisah, Dansatgas Pamtas Yonif Raider 613/Rja, Letkol Inf Fardin Wardhana, mengungkapkan, rasa hormat dan bangga atas keberanian para prajurit yang melaksanakan patroli patok di blank post area.
"Dengan berlandaskan tekad kuat sebagai pasukan penjaga perbatasan, tugas tersebut dapat dijawab dengan baik," katanya.
Dia tambahkan, setapak demi setapak kaki prajurit dapat menembus wilayah yang selama hampir 42 tahun tidak pernah disambangi, sama sekali tidak ada lagi yang lakukan patroli di blank post Krayan.
Tim Patroli patok perbatasan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 613/Rja akhirnya berhasil menyelesaikan tugas patroli patok batas perbatasan RI-Malaysia. Sebanyak 371 patok di area blank post didatangi prajurit TNI AD ini di kawasan Krayan, Nunukan, Kaltara. (HO/Kodam VI Mulawarman )
"Yang patroli menggunakan helikopter saja tidak pernah ada. Ya kalau pakai jalur udara, pakai helikopter juga sulit tembus dikarenakan medannya relatif tertutup kabut. Hampir sepanjang hari selalu berkabut, sangat bahaya buat penerbangan," ungkapnya.
Letkol Inf Fardin Wardhana juga mengatakan, perjalanan yang ditempuh oleh jajarannya dalam operasi tersebut mencapai kruang lebih berjarak 80 kilometer untuk pulang pergi.
Kondisi geografis daratan dengan ketinggian medan antara 1.200 sampai 1.997 meter di atas permukaan laut.
Suhu disana pun berkisar 7 sampai 13° pada malam hari. Dan 18 hingga 23° pada siang hari dan berhasil menemukan 371 patok.
Sejam Berdiri Dapat Ucapan Selamat, Khairul-Effendhi Djuprianto Senyum-senyum
Tekad Bojan Malisic Ingin Berikan Gelar Kedua Piala Presiden untuk Persib Bandung
Hari Ini pada 70 Tahun Lalu, Terjadi Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta
“Umumnya patok perbatasan tersebut masih bagus hanya ada beberapa yang miring dan tertimbun baik tanah karena longsor maupun reruntuhan kayu,” ujar Letkol Inf Fardin Wardhana.
Saat tim berada di lokasi, semua patok telah dipastikan keberadaannya. Titik patok dibersihkan dan diberi tanda oleh Tim.
"Semoga misi ini dapat menjadi acuan dan semangat untuk Satgas berikutnya untuk dapat memantau dan mengawasi patok di perbatasan Negara RI-Malaysia dalam rangka menjaga kedaulatan wilayah NKRI," katanya. ( )
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Gambaran Pendidikan Keras TNI, Para Prajurit Disuruh Tidur Kalong di Atas Pohon, http://www.tribunnews.com/nasional/2019/03/23/gambaran-pendidikan-keras-tni-para-prajurit-disuruh-tidur-kalong-di-atas-pohon.
Penulis: Grid Network