Polemik Pabrik Semen

Ini Kronologi Demo Tolak Pabrik Semen yang Berujung Bentrok Antara Mahasiswa dengan Aparat Keamanan

Aksi tolak pabrik semen di kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat yang berlokasi di wilayah Kutai Timur dan Berau, berakhir ricuh, Senin (8/4/2019).

Ini Kronologi Demo Tolak Pabrik Semen yang Berujung Bentrok Antara Mahasiswa dengan Aparat Keamanan
TRIBUN KALTIM/CHRISTOPER DESMAWANGGA
Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Karst atau AMPK Kaltim mengalami luka-luka akibat bentrokan yang terjadi antara massa aksi dengan aparat keamanan, Senin (8/4/2019). 

- 110 izin usaha pertambangan,

- 40 konsesi kehutanan,

- 46 pertambangan batu bara,

- 16 izin batu gamping, dan

- 1 pabrik semen.

Hal itulah yang membuat massa menggelar aksi demontrasi menolak adanya pabrik semen, pasalnya menurut massa aksi, ekosistem karst sebagai fungsi ekologi dan hidrologi akan hancur jika pabrik tetap dibangun.

Jika karst hancur, maka akan menghilangkan sumber air masyarakat.

Jika karst hilang, akan terjadi kepunahan hewan endemik, baik spesies lama maupun baru.

Inilah kawasan karst di wilayah Berau yang masuk deretan Karst Sangkulirang-Mangkalihat.
Inilah kawasan karst di wilayah Berau yang masuk deretan Karst Sangkulirang-Mangkalihat. (tribunkaltim.co/martinus wikan hendarman)

Berikut tuntutan massa AMPK terkait tolak Pabrik Semen:

1. Tolak pembangunan pabrik semen di Kaltim

2. Cabut semua IUP yang ada di kawasan karst Sangkulirang Mangkalihat

3. Berikan hak atas tanah untuk mengembangkan ekonomi terbarukan yang ramah lingkungan

4. Tolak RPJMN, RZWP-3K, RT/RW Kaltim

5. Tolak segala bentuk kriminalisasi gerakan rakyat

6. Laksanakan pasal 33 UUD 1945 dan tolak segela bentuk eksploitasi yang merusak alam.

Long March dari Taman Samarendah Menuju Kantor Gubernur Kaltim 

Awalnya aksi berlangsung dengan damai dan lancar.

Senin (8/4/2019) pagi, massa tampak melakukan long march dari Taman Samarendah menuju kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Kota Samarinda.

Sesampainya di depan kantor gubernur, sekitar pukul 13.00 Wita, massa aksi tidak langsung melakukan orasi, melainkan melakukan shalat dzuhur secara berjamaah di jalanan Jalan Gajah Mada, tepat di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur.

Setelah itu, massa memulai orasinya yang berisi mengenai penolakan pembangunan pabrik semen di Kutim-Berau.

Bahkan, Wagub Kaltim, Hadi Mulyadi tampak mendatangi massa aksi dan berdiri di barisan massa aksi.

Saat Wagub Kaltim, Hadi Mulyadi  menyampaikan pandangannya mengenai pembangunan pabrik semen, terjadi keributan antara massa aksi dan juga aparat.

Bahkan, keributan mengakibatkan kaca mobil pikap tempat sound system massa aksi pecah.

Kerusuhan terjadi saat demo massa Aliansi Masyarakat Pecinta Karst (AMPK) menolak pabrik semen di kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat di Kutai Timur-Berau, di depan kantor Gubernur Kaltim jalan Gajah Mada, Senin (8/4/2019).
Kerusuhan terjadi saat demo massa Aliansi Masyarakat Pecinta Karst (AMPK) menolak pabrik semen di kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat di Kutai Timur-Berau, di depan kantor Gubernur Kaltim jalan Gajah Mada, Senin (8/4/2019). (tribunkaltim.co/nevrianto hardi prasetyo)

Sekitar pukul 14.30 Wita keributan sempat mereda, massa aksi tampak beristirahat di sekitar tempian Mahakam.

Lalu, sekitar pukul 15.00 Wita massa aksi kembali melakukan orasi di depan pagar masuk kantor gubernur. Saat itu, tampak massa aksi mendorong pagar yang akhirnya menimbulkan kericuhan.

Saling lempar batu terjadi, bahkan beberapa kali Kepolisian menembakan gas air mata ke arah massa aksi.

Saling pukul tidak terhindarkan, bahkan aparat tampak mengejar massa aksi sampai ke ujung jalan Gajah Mada yang membuat massa aksi mundur.

Selain jatuhnya korban luka dari kedua kubu, yakni dari pihak aparat keamanan dan massa aksi, kendaraan massa aksi juga tampak mengalami kerusakan, termasuk sejumlah tanaman yang tak luput dari kerusakan.

Bahkan, guna meredam terjadinya bentrokan, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Rivianto turun langsung menghadapi massa aksi guna menenangkan massa.

Beberapa massa aksi tampak mendapatkan perawatan dari petugas medis, bahkan beberapa diantaranya harus dilarikan ke rumah sakit, termasuk dari pihak keamanan yang juga mendapatkan perawatan medis.

Kerusuhan terjadi saat demo massa Aliansi Masyarakat Pecinta Karst (AMPK) menolak pabrik semen di kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat di Kutai Timur-Berau, di depan kantor Gubernur Kaltim jalan Gajah Mada, Senin (8/4/2019). Karena sikap Pemprov Kaltim dinilai tidak sejalan dengan tuntutan massa, bentrokan saling lempar batu terjadi mengakibatkan korban luka luka akibat lemparan batu dari pihak aparat kepolisian dan satpol PP serta mahasiswa.
Kerusuhan terjadi saat demo massa Aliansi Masyarakat Pecinta Karst (AMPK) menolak pabrik semen di kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat di Kutai Timur-Berau, di depan kantor Gubernur Kaltim jalan Gajah Mada, Senin (8/4/2019). Karena sikap Pemprov Kaltim dinilai tidak sejalan dengan tuntutan massa, bentrokan saling lempar batu terjadi mengakibatkan korban luka luka akibat lemparan batu dari pihak aparat kepolisian dan satpol PP serta mahasiswa. (tribunkaltim.co/nevrianto hardi prasetyo)

"Ia, tenang dulu semuanya, untuk kerusakan nanti kita akan datakan, yang penting tenang dulu," ucap Kapolres saat menenangkan massa aksi, Senin (8/4/2019).

Sekitar pukul 16.00 Wita kericuhan kembali dapat diredam, namun massa aksi tampak belum membubarkan diri, termasuk aparat keamanan dengan kelengkapan lengkap, juga masih standby di kantor Gubernur Kaltim.

Humas aksi, Andi Muhammad Akbar mengungkapkan, terjadinya kericuhan antara massa aksi dengan aparat merupakan hal biasa terjadi, hal itu karena massa marah dan kesal dengan sikap gubernur dan wagub Kaltim.

Namun, demikian pihaknya enggan dicap sebagai pemicu kerusuhan.

Pasalnya, saat itu pihaknya sedang melakukan orasi politik di depan pagar masuk kantor gubernur, tiba-tiba massa mendapatkan serangan yang memicu massa aksi balik membalas.

"Tadi kita sedang orasi, lalu dapat serangan dari depan kami. Bahkan, saat kita mundur tetap dikejar oleh aparat," ucapnya.

"Ada beberapa teman kami dilarikan ke rumah sakit, termasuk motor teman-teman juga mengalami kerusakan," tambahnya.

Kendati hujan turun, namun massa aksi tetap bertahan dan belum membubarkan diri.

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Karst atau AMPK Kaltim mengalami luka-luka akibat bentrokan yang terjadi antara massa aksi dengan aparat keamanan, Senin (8/4/2019).
Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Karst atau AMPK Kaltim mengalami luka-luka akibat bentrokan yang terjadi antara massa aksi dengan aparat keamanan, Senin (8/4/2019). (tribunkaltim.co/christoper desmawangga)

(*)

BACA JUGA

Aliansi Masyarakat Peduli Karst Kecam Aksi Represif Aparat, 8 Anggota AMPK Dilarikan ke Rumah Sakit

Kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat Diperluas, Begini Reaksi Dunia Usaha

Luasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat yang Dilindungi akan Bertambah, Ini Pertimbangannya

LIVE STREAMING Detik-detik Demo Tolak Pabrik Semen di Kantor Gubernur Kaltim Memanas hingga Ricuh

Ricuh, Demo Tolak Pabrik Semen Jilid II di Kantor Gubernur Kaltim, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Like fanspage Facebook

Follow Twitter

Follow Instagram

Subscribe official YouTube Channel

 
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved