PPDB 2019

Calon Siswa Bernilai Tinggi tak Diterima di SMAN 5 Balikpapan, Ombudsman Kalimantan Timur Bertindak

Calon Siswa yang nilainya tinggi namun tidak terakomodir tersebut melapor ke Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Timur

Namun diakuinya, dalam solusi tersebut pihaknya tetap melakukan pengawasan sampai solusi itu benar-benar terlaksana.

"Hasilnya belum bisa kita publikasikan mas untuk menjaga kode etik kita, intinya ada solusi dalam pertemuan itu dan kedua belah pihak sudah bersepakat dan sama-sama senanglah keluar dari pertemuan itu," ucapnya.

DIPERPANJANG - Panitia  penerimaan PPDB melayani orang tua dan calon siswa untuk input data di SMKN 3 Balikpapan, Jumat (5/7). Akibat masih adanya kendala teknis pada sistem server, pelaksanaan PPDB SMK di perpanjang sehari hingga Sabtu, (6/7) pukul 13.00 WITA. (TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN)
DIPERPANJANG - Panitia penerimaan PPDB melayani orang tua dan calon siswa untuk input data di SMKN 3 Balikpapan, Jumat (5/7). Akibat masih adanya kendala teknis pada sistem server, pelaksanaan PPDB SMK di perpanjang sehari hingga Sabtu, (6/7) pukul 13.00 WITA. (TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN) (TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN)

Ia menambahkan, dirinya tidak bisa memberitahu hasil solusi karena permasalahan tersebut sifatnya laporan dan menyangkut kode etik lembaga.

Berbeda dengan kajian langsung dari pihak Ombudsman RI Perwakilan Kaltim yang diperbolehkan untuk di publish.

"Kalau mas mau jelas solusinya apa, kontak aja langsung pihak sekolah atau orang tua siswanya. Pasti hasilnya sama seperti kami," pungkasnya.

Calon siswa menunggu kepastian pengumuman PPDB Online di SMKN 3 Balikpapan, Kalimantan Timur pada Senin (8/7/2019) pagi.
Calon siswa menunggu kepastian pengumuman PPDB Online di SMKN 3 Balikpapan, Kalimantan Timur pada Senin (8/7/2019) pagi. (Tribunkaltim.co/fachmi rachman)

Sementara itu,  mengenai hasil pertemuan tersebut, Ketua MKKS SMA Edy Effendi mengatakan, dalam pertemuan tersebut dirinya bersyukur telah menemukan solusi bahwa anak tersebut dapat bersekolah di SMAN 5 Balikpapan.

Diakuinya, masalah tersebut merupakan mis komunikasi, karena nama siswa tersebut hilang dalam sistem yang dianggap mengalami gangguan.

"Kesalahan sistem mas, namanya tiba-tiba hilang. Sedangkan ada juga anak dengan nilai lebih rendah dari dia masuk di sekolah itu, Tapi itu hak dia, nilainya tinggi dan masuk zonasi. Jadi dia tetap sekolah disitu," tutupnya.

Ia menegaskan, siswa tersebut tetap diterima di SMAN 5 Balikpapan karena memiliki nilai yang cukup tinggi dan masuk dalam zonasi, sehingga ia berpendapat hak siswa tersebut harus dipenuhi.

"Itu haknya siswa mas selama dia memenuhi standar. Yang lebih rendah dari dia saja masuk, jadi dia juga tetap diterima di SMAN 5 Balikpapan," tutupnya.

Halaman
123
Penulis: Aris Joni
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved