Setelah Pensiun Tentara, Edy Rahmayadi Ungkap Ada Oknum TNI Sok-sokan Dengannya, Begini Perlakuannya
Gubernur Sumatera Utara ( Sumut ) Edy Rahmayadi mengungkapkan kisah setelah dirinya tak lagi aktif di TNI, salah satunya soal ancaman dari oknum TNI
Bahkan, Presiden Joko Widodo sempat memberikan nasihat kepadanya untuk bersabar, agar tidak terlalu cepat pensiun dari TNI.
"Bapak-bapak bisa silakan tanya, saya minta pensiun untuk jadi gubernur prosesnya sulit sekali. Pak Jokowi bilang jangan Edy (pensiun), coba pikirkan nanti," jelasnya.
Baca juga :
Hari Bakti TNI AU, Ratusan Pendonor Darah Kumpul di Gedung Serba Guna Lanud Dhomber Balikpapan
TNI Buang Sedimentasi SKM di Dua Lubang Eks Tambang Batu Bara
Ia mengatakan, keputusannya untuk pensiun dari TNI sudah matang.
Tekadnya sudah kuat untuk pensiun dan kembali ke Sumut untuk mengabdi kepada masyarakat.
Dengan tujuan membangun Sumatera Utara lebih bermartabat ke depannya.
Edy mengaku prihatin dengan Sumut saat ini yang menurutnya sudah sangat tertinggal dari provinsi lain.
Ketua DPP PDIP Bidang Hukum, Trimedya Panjaitan menyampaikan pesan khusus kepada Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi agar selalu hati-hati dan waspada dalam menjalankan tugasnya.
Karena, dirinya melihat ke belakang, Gubernur Sumut dua kali tersandung kasus korupsi.
"Pak Gubernur cukup yang ketok-ketok (uang) itu. Sudahlah korbannya di masa Pak Gatot saja," ujar Trimedya.
Perihal ini dikatakannya, karena Sumut kini tengah mendapat pengawasan ketat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ia juga menegaskan Edy janganlah coba-coba untuk bermain pada proyek-proyek, karena itu bahaya.
"Jangan minta-minta proyek ya, bahaya itu," sebutnya.