Keluarga Tak Terima, Datangi Polsek Penajam Tanyakan Status Teman WW yang Tak Ditahan

Diketahui A dibayar Rp50.000 untuk menggagahi korban. Padahal sebelumnya, A juga ikut ditangkap

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Keluarga W (29), korban dugaan tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), sempat tidak terima dengan keputusan Polsek Penajam yang tidak menahan teman Wahyu Wiraswoyo atau WW (36), A atau Andrie.

Diketahui A dibayar Rp50.000 untuk menggagahi korban. Padahal sebelumnya, A juga ikut ditangkap.

Sepupu korban, Muhammad Umar Dani, yang ditemui di Polsek Penajam mengatakan, akan meminta kejelasan mengenai status A.

Ia mengaku kesal, karena pasca dilepas oleh Polsek Penajam, A masih masuk bekerja.

"Kayak tidak ada rasa bersalah sama sekali, kayak tidak malu," ungkapnya.

Ditambahkannya, sebagaian besar keluarga korban, yang bermukim di Kelurahan Jenebora, Pantai Lango dan Gersik, bekerja di perusahaan yang sama dengan A.

Sehingga tidak menutup kemungkinan, jika terus menerus melihat A, keluarga korban tidak tahan dan 'mengerjai'-nya.

"Kami dari pihak keluarga bertanya-tanya, kok dibebaskan si Andrei ini. Makanya kami ke Polsek lagi, untuk meminta penjelasan. Apakah kalau dibebaskan, kami diluar bebas juga melakukan apapun ke Andrei ini?," ujarnya kesal.

Merespon hal tersebut, Kapolres PPU, AKBP Sabil Umar melalui Kapolsek Penajam, Iptu Muhlis menjelaskan status Rizal Roeslan alias RR dan Andrei.

Dibebernya, karena penyelidikan masih berjalan, belum ada dasar untuk menahan A.

Halaman
1234
Penulis: Heriani AM
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved