Inilah Arti Jenis-jenis Marka Jalan, Agar Anda Tidak Kena Tilang

Tidak semua orang mengerti dan pahan Tanpa adanya standarisasi pendidikan berlalu-lintas di Indonesia

Inilah Arti Jenis-jenis Marka Jalan, Agar Anda Tidak Kena Tilang
beckhem.wordpress.com
Marka Jalan 

TRIBUNKALTIM.CO – Tidak semua orang mengerti dan pahan Tanpa adanya standarisasi pendidikan berlalu-lintas di Indonesia, membuat pemahaman antara pemegang Surat Izin Mengemudi (SIM) di jalan tidak merata.

Paling standar, bicara jenis-jenis marka yang ada di jalan raya. Apakah Anda mengenali jenis-jenis dan bagaimana supaya tidak melanggar?

Tak Terima Dihentikan Polisi Karena Melanggar Lalu Lintas, Seorang Warga Cianjur Bakar Motornya

Sejak Awal Tahun Hingga Agustus 2019, 16 Orang Tewas Karena Kecelakaan Lalu Lintas di Berau

Pengobatan Luka Bakar hingga Kecelakaan Lalu Lintas Dijamin JKN-KIS

Tanpa adanya rambu-rambu jalan raya, para pengendara seolah hilang tuntunan. Lebih parahnya akan mengemudikan kendaraannya dengan tidak beraturan. Situasi seperti ini dapat dipastikan akan membuat angka kecelakaan semakin parah.

Salah satu jenis rambu yaitu marka jalan. Di dalam pasal 19 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 1993 Tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan dikatakan, marka jalan berfungsi untuk mengatur lalu lintas, atau memperingatkan atau menuntun pemakai jalan dalam berlalu lintas di jalan.

Tiga Jenis

Setidaknya ada tiga marka jalan, di antaranya marka membujur, melintang, dan serong. Kali ini yang akan dibahas hanya untuk marka jalan membujur. Pada pasal lanjutan (pasal 20) marka membujur terdiri dari garis utuh, garis putus-putus, garis ganda (garis utuh dan garis putus-putus), dan garis ganda (dua garis utuh).

Tiap garis memiliki fungsinya masing-masing. Pahami, agar tidak kebingungan ketika menemukan marka ini di jalan. Kemudian, jangan coba-coba melanggar, karena penegak hukum tidak segan memberikan sanksi.

Sesuai Pasal 287 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan, yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan rambu lalu lintas, atau marka jalan dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan, atau denda paling banyak Rp500.000.

Jenis-Jenis Marka Jalan:

Garis utuh (tidak terputus-putus) berfungsi sebagai larangan bagi kendaraan melintasi garis tersebut. Marka membujur ini, apabila berada ditepi jalan hanya berfungsi sebagai peringatan tanda tepi jalur lalu lintas.

Garis putus-putus, Marka membujur berupa garis putus-putus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20, merupakan pembatas lajur yang berfungsi mengarahkan lalu lintas dan (atau), memperingatkan akan ada marka membujur yang berupa garis utuh didepan.

Kepolisian Lalu Lintas Menilang Wanita Ini, Alasannya Wajah Si Wanita Dinilai Sangat Cantik!

Pendidikan Lalu Lintas Masuk Kurikulum

Garis ganda (garis utuh dan garis putus-putus), garis seperti ini menyatakan bahwa kendaraan yang berada pada sisi garis utuh dilarang melintasi garis ganda tersebut, sedangkan kendaraan yang berada pada sisi garis putus-putus dapat melintasi garis ganda tersebut.

Garis ganda (dua garis utuh), makna garis dua tegas yang ada pada aspal jalan ini menyatakan bahwa kendaraan dilarang melintasi garis ganda tersebut.

Editor: Nur Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved