Pemkot Samarinda Rencanakan Bangun Dermaga di Jl Gajah Mada Tahun Depan, Pasar Buah akan Direlokasi

Pemkot Samarinda Rencanakan Bangun Dermaga di Jl Gajah Mada Tahun Depan, Pasar Buah akan Direlokasi

Tribunkaltim.co/ Faris Dzulfiqar
Pasar Buah depan Pasar Pagi sepanjang Jl. Gadjah Mada, Kamis (17/10/19) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemkot Samarinda Rencanakan Bangun Dermaga di Jl Gajah Mada Tahun Depan, Pasar Buah akan Direlokasi

Sudah sejak 2018 lalu direncanakan dibangun dermaga di kawasan Jl Gadjah Mada tepatnya di area dagang buah para pedagang kaki lima (PKL) yang akrab disebut Pasar Buah oleh penduduk lokal.

Oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda rencananya kawasan tersebut akan ditertibkan.

Jumlah Bertambah, Istri Anggota TNI Ini Bilang Wiranto Ditusuk Mirip Sinetron, Ekspresinya Tak Cocok

Kabar Buruk Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Orang Nomor 1 di Polisi Ditimpa Musibah, di Palembang

M Barkati, Wakil Walikota Samarinda mengatakan bahwa pedagang tidak serta merta digusur begitu saja namun lebih tepatnya akan dipindahkan atau direlokasi.

"Untuk sekarang belum (dipindah), tapi nanti pasti akan dipindahkan, dicarikan tempat dulu," ucapnya.

Dijelaskan kembali oleh kepala Dinas Perhubungan (Dishub) kota Samarinda Ismansyah, bahwa untuk waktu penertiban masih harus menunggu kepastian anggaran proyek dermaga masuk di APBD tahun 2020.

"Kalau sudah pasti anggarannya turun di tahun 2020,akan kami sterilkan," ucapnya.

Terkait sosialisasi kepada PKL, Ismansyah mengaku telah dilaksanakan sebelumnya, dan saat ini belum ada rencana kemana PKL akan direlokasi.

"Sudah, sosialisasi sudah dilakukan, untuk relokasi kemana nanti dibicarakan kepada Camat setempat bagaimana baiknya," ucap Ismansyah.

Pasutri Muara Kembang Kukar Diamankan Polresta Samarinda, Akan Selundupkan Sabu 489 Gram ke Handil

Kasi Penkum Kejati Kaltim Sebut Kasus Proyek Taman MLG Samarinda Sudah Dihentikan

Sulaiman Sade Tersandung Dugaan Korupsi Pasar Baqa, Kini Mencuat 3 Nama jadi Plh BPBD Samarinda

Pangkas Tanjakan Talang Sari 

Sementara itu, diberitakan sebelumnya,  kawasan Gunung Tangga, Kelurahan Tanah Merah, merupakan satu-satunya akses utama dari Samarinda menuju Bontang.

Bahkan saat ini bertambah ramai dengan kehadiran Bandara APT Pranoto, Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara.

Selama ini, kawasan Gunung Tangga kerap dilintasi kendaraan dari Samarinda yang hendak menempuh perjalanan menuju Bontang-Sangatta dan sebaliknya,

maupun calon penumpang yang hendak menggunakan moda transportasi udara.

Bagi pengendara yang melintasi kawasan Gunung Tangga diimbau mewaspadai titik rawan kecelakaan.

Pengendara dari arah Samarinda diimbau ekstra hati-hati di ruas jalan Gunung Tangga yang kondisinya menanjak, menurun serta berkelok.

Bahkan terdapat beberapa tikungan tajam.

Pengendara direkomendasikan melintasi jalur Gunung Tangga pada siang hari karena malam hari relatif gelap, pasalnya di titik tersebut Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) minim.

Masuk area Kebun Raya Samarinda (KRS), pengendara bersiap melewati turunan curam hingga Tanjakan Buah Naga.

Disebut Tanjakan Buah Naga karena di wilayah ini banyak dipenuhi pohon buah naga. 

Salah dalam mengambil jarak dan laju kendaraan serta tidak melakukan pengecekan terhadap kondisi kendaraan bisa berakibat fatal.

Baik bagi pengendara sendiri maupun pengendara lainnya.

"Sudah tidak terhitung kecelakaan lalulintas di jalur tersebut.

Baik kecelakaan yang diakibatkan tabrakan maupun akibat kecelakaan diri sendiri (out control), kata ketua FKPM Kelurahan Tanah Merah, Syarif Setiadi.

Selain angka kecelakaan tinggi.

Kendaraan mogok dan tidak kuat menanjak menjadi pemandangan hampir setiap hari di tanjakan tersebut.

Hal ini juga yang membuat Gunung Tangga kerap terjadi kemacetan.

"Kalau mogok saat di siang hari mungkin terlihat kendaraan lainnya.

Yang bahaya kalau malam, bisa terjadi benturan dengan kendaraan lain jika tidak waspada," ujar Syarif.

Kemudian Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol Erick Budi Santoso membenarkan potensi kecelakaan tinggi di jalur tersebut.

Pihaknya berulang kali menyampaikan di setiap bertemu dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya agar masalah ini tidak terus terjadi.

"Kami mengusulkan agar Gunung Tangga dipangkas. Itu salah satu upaya mengurangi kecelakaan di jalur rawan tersebut," kata Erick.

"Kawasan di Gunung Tangga yang rawan itu mulai dari Jl. DI. Panjaitan terus kemudian sampai ke tanjakan Talang sari itu, sudah menjadi the next spot.

Karena satu tikungannya tajam, tanjakannya curam, kapasitas kendaraan banyak sekarang dan sekarang juga banyak orang yang melaju kencang karena mengejar pesawat," jelasnya menambahkan.

Dia menerangkan, pihaknya telah mengusulkan agar tanjakan yang berprioritas terjadinya kecelakaan itu dipangkas, agar dapat meniadakan adanya korban jiwa.

"Fokus kami adalah tanjakan Talangsari, agar badan jalan untuk dibuat sama seperti Gunung Menangis di Bontang, dipangkas tanjakannya.

Pada saat sebelum dipangkas itu, hampir setiap dua minggu sekali, pasti makan korban dan sekarang nyaris zero accident," terangnya.

"Sampai sekarang kami bingung untuk mencari solusinya, karena di situ ada Bandara dan di situ juga jalur satu satunya akses darat menuju Kutai Timur, Bontang dan Berau serta Kaltara," ujarnya.

Selain mengusulkan agar dipangkas, dirinya tetap mengimbau kepada pengendara harus benar-benar mengecek kondisi kendaraan.

Kelaikan kendaraan juga menjadi faktor penting agar terhindar dari musibah

“Jika mengantuk sebaiknya menepi saja. Dan hindari membawa barang yang melebihi kapasitas, karena rawan kecelakaan,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved