Darurat Narkoba
5 Orang Ditangkap Diduga Penyelundupan Narkoba Sabu 2 Kilogram dari Tawau Malaysia, Begini Modusnya
Badan Narkotika Nasional Provinsi ( BNN ) Kalimantan Utara atau Kaltara dan Bea dan Cukai Tarakan.
Di awal 1980-an, MDMA dipromosikan sebagai “zat kimia terbaik untuk pencarian kebahagiaan” dan “narkoba wajib” untuk pesta-pesta akhir pekan.
Masih tidak dilarang di tahun 1984, MDMA dijual dengan nama dagang “Ekstasi,” tetapi di tahun 1985 dilarang untuk dipergunakan dengan alasan keselamatan.
Sejak akhir 1980-an, Ekstasi menjadi istilah “marketing” bagi penjual narkoba “jenis Ekstasi” yang dalam kenyataannya mungkin hanya sangat sedikit atau tidak ada kandungan MDMA-nya.
Ekstasi
MDMA saja sudah dapat membuat efek yang sangat merusak. Yang dinamakan ekstasi saat ini dapat berupa campuran zat-zat dari LSD, kokain, heroin, amfetamin dan metamfetamin, sampai racun tikus, kafein, obat anti cacing anjing, dll.
Terlepas dari logo lucu yang dikenakan oleh para pengedar pada pil-pil itu, inilah yang membuat Ekstasi sangat berbahaya; pengguna tidak benar-benar tahu apa yang dia konsumsi.
Bahaya meningkat ketika pengguna meningkatkan dosis untuk mendapatkan high yang setara dengan sebelumnya, tanpa menyadari bahwa dia mungkin mamakai obat yang bahan campurannya sama sekali berbeda.
- ekstasi paling sering berbentuk pil tetapi juga dapat disuntikkan dan dipakai dengan cara-cara lain.
- ekstasi cair sebenarnya adalah GHB (Gamma Hidroksibutirat), penekan sistem saraf—zat yang juga dapat ditemukan di pembersih pipa, pembersih lantai atau pelarut lemak. (2)
Kasus
Pada tahun 1985, AS Drug Enforcement (DEA) melarang penggunaan obat ini karena potensinya sebagai agen perusak otak.
Menurut BNN, shabu merupakan narkotika peringkat 3 yang paling sering dikonsumsi dengan jumlah pengguna sebanyak 302.444 orang pekerja, 140.614 orang rumah tangga dan 106.704 orang pelajar.
Dampak
Efek ekstasi jangka pendek
Pengguna biasanya akan merasakan efek ekstasi 30 menit setelah mengonsumsi.
Beberapa efek ekstasi jangka pendek meliputi:
Menurunnya nafsu makan
Insomnia
Pusing dan demam
Kram otot
Tremor
Berkeringat dingin
Penglihatan buram
Meningkatnya denyut jantung
Tekanan darah meningkat
Menegangnya mulut, wajah dan dagu
Efek ekstasi jangka panjang
Para peneliti percaya bahwa ekstasi dapat menyebabkan kebocoran serotonin di otak selama penggunaannya.
Tanpa berfungsinya neurotransmitter, kondisi seperti depresi, kecemasan, insomnia dan kehilangan memori akan lebih mungkin terjadi.
Kondisi ini akan dapat muncul dalam waktu yang lama, bahkan setelah penggunaan telah berakhir.
Efek jangka panjang
Meningkatkan kecanduan
Serangan panik
Insomnia
Linglung
Tidak mampu membedakan realita dan fantasi
Delusi paranoid
Depresi.
(Tribunkaltim.co dan TribunnewsWiki)