IDI Berau Sebut Ngelem Bisa Akibatkan Kematian Seketika, Ini Penjelasan Ilmiahnya

IDI Berau Sebut Ngelem Bisa Akibatkan Kematian Seketika, Ini Penjelasan Ilmiahnya

IDI Berau Sebut Ngelem Bisa Akibatkan Kematian Seketika, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Tribunkaltim.co, Geafry Necolsen
Bungkus obat batuk dan lem yang ditemukan warga di bawah jembatan ini, diduga sampah sisa penyalahgunaan lem dan obat batuk sebagai zat kimia memabukan bagi anak dan remaja. 

yang dapat merusak selubung mielin. Mielin adalah lapisan tipis di sekitar serabut saraf otak dan sistem saraf,” jelasnya.

Ngelem, kata pria yang akrab dipanggil Jaka ini, biasanya dilakukan dengan cara menghirup aroma dengan

tarikan nafas yang dalam,

sehingga dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur atau aritmia.

Dalam beberapa kasus, ritme abnormal dapat menyebabkan gagal jantung yang dapat menyebabkan kematian.

Hal ini juga dikenal sebagai sudden sniffing death syndrome (SSDS),

yaitu sindrom kematian mendadak setelah menghirup lem.

Belum lagi dampak negatif yang bersifat psikologis.

“Kebanyakan seseorang yang menghirup aroma lem akan mengalami depresi,

perilaku mabuk atau

linglung, hidung merah atau berair, mata merah berair, bau napas kimia,

mimisan, mual atau kehilangan nafsu makan, mudah cemas dan gelisah,” jelasnya.

Jaka juga membenarkan, ngelem, bisa membawa seseorang menjadi pecandu narkoba.

“Karena lama kelamaan, zat kimia dalam kandungan lem sudah tidak cukup memabukan lagi.

Sehingga perlu menaikan ‘dosis’ dengan beralih ke narkoba,” tandasnya.

Menurut Jaka, tidak hanya lem yang kerap disalahgunakan oleh para remaja dan anak-anak.

Obat batuk dan alkohol medis, juga kerap digunakan untuk mabuk-mabukan.

Karena itu, IDI Berau juga mengimbau masyarakat, agar mengawasi pergaulan putra-putri mereka.

Kedua remaja yang diamankan Satpol PP Balikpapan lantaran kedapatan ngelem di emperan toko kawasan Pasar Baru Balikpapan, Sabtu (18/5/2019) tengah malam kemarin.
Kedua remaja yang diamankan Satpol PP Balikpapan lantaran kedapatan ngelem di emperan toko kawasan Pasar Baru Balikpapan, Sabtu (18/5/2019) tengah malam. (HO-Siswanto)

Beberapa waktu lalu, di Balikpapan, diberitakan

Dua anak remaja terpaksa digelandang kantor Satpol PP Balikpapan.

Usai kedapatan ngelem di emperan toko di kawasan Pasar Baru,

Balikpapan Kota, Sabtu (18/5/2019) tengah malam.

"Di emperan toko mereka berkumpul.

Lima orang berhasil lari,

2 kami tangkap. Nah, 1 orang ini anak Samarinda pula,"

kata Kasi Operasi Satpol PP Balikpapan Siswanto, Minggu (19/5/2019).

Saat itu, sebenarnya jajaran Satpol PP melakukan patroli menyasar THM atau panti pijat nakal yang

buka di bulan Ramadhan.

Namun, lantaran melihat kumpulan ABG di emperan toko, lalu petugas langsung membelokkan stir

kendaraannya  dan  melakukan penindakan.

"Kami panggil orangtuanya. Bina dulu di kantor, datang dulu orangtua baru boleh pulang.

Kalau yang Samarinda ini pulang hari ini katanya," ujar Sis sapaan akrabnya.

Saat disinggung panti pijat dan THM nakal,

Sis yang juga Ketua Alumni IKA Fisip Balikpapan ini menyatakan,

saat monitoring THM gabungan, seluruh THM yang didatangi patuh terhadap aturan pemerintah.

"Aman gak ada yang berani buka THP, juga panti pijat," katanya (*)

Baca Juga;

20 Anak Ngelem Direhab BNN Balikpapan, Korban Sampai Merasa Masuk di Game PUBG

Tangani Anak Ngelem, Perlu Perda Penanganan Kenakalan Remaja

Di Madrasah Ini, Murid-muridnya Dulu Suka Ngelem

VIDEO - Usai Ngelem, Dua Pemuda Merampok Counter HP, tapi Digagalkan Warga

Pria Habiskan 10 Bulan untuk Mengelem Korek Api Menjadi Bentuk Bola, Setelah Rampung Malah. . .

Rumah Singgah Bagi Anak-Anak Korban Ngelem‎ dan KDRT Diresmikan Walikota Neni

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved