Miliki Senjata Api Ilegal dan 26 Butir Peluru, Warga Samarinda Ditangkap Polsek Tenggarong Seberang
Miliki senjata api ilegal dan 26 butir peluru, warga Samarinda ditangkap Polsek Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Rita Noor Shobah
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Miliki senjata api ilegal dan 26 butir peluru, warga Samarinda ditangkap Polsek Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Dua warga Kota Samarinda berinisial JH dan RD ditangkap Polsek Tenggarong Seberang.
Keduanya tertangkap sedang membawa senjata api ( senpi ) laras panjang rakitan.
Bahkan dari keduanya, polisi mengamankan 26 butir peluru tajam buatan pabrik.
Kapolres Kutai Kartanegara ( Kukar ) AKBP Andrias Susilo Nugroho, melalui Kapolsek Tenggarong Seberang AKP Rido Doly Kristian saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon membenarkan hal tersebut.
BACA JUGA
Daerah di Berau Kalimantan Timur Ini Belum Ada Aliran Listrik, PLN Sebut Masuk Usulan Pekerjaan 2020
Pemkot Investigasi Penyebab Longsor di Karungan Tarakan, Jalan Mengalami Penurunan Tanah
WASPADA Banjir! Bendungan Benanga Samarinda Naik Level Siaga, BPBD Dirikan Posko di Bengkuring
Tim Forensik Mabes Polri Olah TKP & Pengambilan Sampel di Lokasi Kebakaran Asrama Polisi Balikpapan
Mereka ditangkap di KM 31 Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang beberapa hari yang lalu.
“Itu ( senpi ) buat berburu,” kata Rido, Selasa (14/1/2020).
Penangkapan ini berawal adanya laporan warga yang ketakutan saat melihat JH dan RD sedang membawa senpi.
Warga khawatir kerbau ternak mereka menjadi sasaran berburu.

“Kerbau di sana hanya dikasih kalung saja. Kemudian oleh warga dilepas begitu saja. Nah ketika melihat kedua pelaku membawa senjata, warga takut dan melapor ke kami,” terang Rido.
Ia bersama anggota langsung turun ke lokasi untuk mencari JH dan RD. Dari penuturan Rido, mereka lari ke dalam hutan untuk bersembunyi karena mengetahui warga melapor ke polisi.
BACA JUGA
Belum Kunjung Rampung, Pemkab Kutai Timur Anggarkan Rp 10 Miliar Untuk Causeway Pelabuhan Kenyamukan
Diincar Sejak Akhir 2019, Pemuda di Kutim Kepergok Polisi Lempar Bungkusan Sabu ke Tiang Listrik
2 Ribu Warga Samarinda Terdampak Banjir, Bendungan Benanga Nyaris Menyentuh Level Awas
Polda Kaltim Bongkar Sidikat Jual Beli Kendaraan Bodong, Amankan 10 Mobil dan 2 Motor dari Tersangka
“Saya bersama anggota dibantu warga mencari pelaku sekitar pukul 9 malam dengan menyisiri hutan. Pencarian itu berlangsung hingga subuh,” ucapnya.
Polisi mengamankan senpi rakitan sebanyak dua buah.
“Senpi rakitan yang kita amankan sebanyak dua buah. Satu dibeli dari temannya di Mahulu pada tahun 2019 dan satunya dirakit sendiri,” ujar Rido.
Untuk harga senpi dibeli JH dengan harga Rp 2 juta. Sementara pelurunya dihargai Rp 10 ribu perbutir.
“Ini jenis senapan angin. Kemudian dimodifikasi menjadi senjata api menggunakan peluru organik,” tuturnya lagi.
Tembakan dari senpi ini sangat berbahaya dan mematikan. Apalagi JH dan RD tidak memiliki surat izin kepemilikan senpi ini alias illegal.
Akibat perbuatannya, JH dan RD harus mendekam dalam penjara.
“Mereka kami jerat dengan Pasal 1 ayat 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman maksimal 12 tahun pidana kurungan,” kata Rido.
Selain senpi dan peluru. Polisi juga menyita satu unit mobil double cabin. Mobil itu digunakan JH dan RD saat berburu.
BACA JUGA
Tangkap Penimbun BBM di Berau, Personel Polsek Kelay Amankan 48 Jerigen Berisi Premium dan Solar
Baliho Bakal Calon Kepala Daerah Bertebaran di Tanjung Selor, Begini Reaksi KPU Kalimantan Utara
Bocah Diterkam Buaya di Bontang Selamat, Begini Aksi Heroik Kakak dan Teman-teman Selamatkan Korban
Nekat Palsukan Surat-surat dan Perjualbelikan Kendaraan Bodong, Seorang Pria di Balikpapan Diringkus
(*)