Dilantik jadi Bunda Baca, Istri Walikota Tarakan akan Bangun Kampung Dongeng
Dilantik menjadi Bunda Baca Tarakan, Istri Walikota Tarakan, Sitti Rujiah akan membangun kampung dongeng
Penulis: Junisah | Editor: Samir Paturusi
Hanya saja, gerakan literasi tak sepenuhnya berjalan dengan baik dan merata.
Terkhusus di wilayah Kalimantan Utara, yang merupakan daerah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Upaya meningkatkan minat baca melalui gerakan literasi menemui kendala, utamanya masalah pengadaan bahan bacaan atau buku.
Salah satu anggota tim Satgas Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Billy Antoro,
kendala tersebut dikarenakan minimnya keberadaan toko buku di wilayah Kaltara.
• Banjir Samarinda Belum Surut, Akses Menuju Bandara APT Pranoto Sudah Bisa Dilewati
• Live Streaming dan Hasil Indonesia Masters 2020, Tontowi/Apriyani Melaju Karena Lawan Berhenti
• 15 Januari Banjir Samarinda Bertambah Melebar, Kini Ada 4 Kecamatan, Sekolah Puskesmas Kena Sasaran
“Kita sudah diskusikan dengan guru-guru tadi problemnya itu di pengadaan buku-buku, tadi ada yang dari Tanah Tidung.
Jadi itu memang kebijakannya bagus menyediakan dana untuk beli buku, saya pernah ngobrol dengan Bupati Bulungan, dia sudah nyediain dana daerah tapi beli bukunya dimana,” ucapnya.
Billy yang menjadi salah satu narasumber di KLK 2020 menambahkan bahwa sebenarnya Undang-Undang telah mengatur adanya campur tangan Pemerintah Daerah untuk memperadakan toko buku ini.
Sehingga menurutnya penting bagi Pemda untuk mengeksekusi Undang-Undang tersebut, agar pendistribusian buku bisa berjalan lancar sekaligus membantu mengembangkan gerakan literasi.
“Kita juga berharap nih Pak gubernur mau mendengar karena sesuai dengan UU No 3 Tahun 2017 tentang sistem perbukuan itu Pemda diharapkan mendorong berdirinya toko buku,
jadi kita berharap nanti ada toko bukulah di sini, entah nanti caranya dengan membuat BUMD yang khusus menangani percetakan jadi dengan begitu rill ada toko buku yang dikelola Pemda,” terangnya.
Selain menjadi pengelola langsung, menurut Billy Pemda bisa melakukan cara lain termasuk bekerjasama dengan toko buku besar yang sudah ada.
“Kedua mengundang toko-toko buku besar semisal gramedia dan bisa juga kasi intensif kepada masyarakat yang ingin buka toko buku, soalnya kan butuh dana besar yah jadi harus ada campur tangan daerah.
Disini sudah ada satgas daerah juga yah berbagai unsur, sekolah, pemerintah, kalangan industri, jadi bisa berkolaborasi,” tutupnya.
KLK 2020
Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie, membuka acara Kemah Literasi Kaltara (KLK) 2020 di Bumi perkemahan Padepokan Asad, Pantai Amal, Tarakan, Sabtu (18/1/2020).
KLK 2020 akan berlangsung selama tiga hari di Tarakan, sejak Jumat (17/1/2020) hingga Minggu (19/1/2020) mendatang.
Irianto Lambrie berharap kegiatan ini menjadi tonggak munculnya kesadaran generasi muda peduli pada gerakan literasi.
"Gerakan literasi adalah gerakan kebudayaan, membaca adalah membuka jendela pengetahuan kita dan pengetahuan adalah pondasi pembangunan," ucapnya saat menyampaikan sambutan.
BACA JUGA
Pelaku Rudapaksa Terhadap Anak Kandung Sendiri di Berau Ancam Korban untuk Dibunuh
Banjir di Samarinda Menghambat Pengiriman Barang, Sadam Husen Sebut Sangat Riskan di Malam Hari
Jakarta Kembali Banjir, Berikut Titik-Titik yang Tergenang Air, BMKG Waspadai Hujan Petir Hari Ini
Tergila-gila Janda, Pria Ini Murka hingga Habisi Nyawa Kekasih Akibat Selingkuh dengan Ayah Kandung
Sebelum menutup sambutannya, Irianto membacakan sebuah puisi.
Tak hanya itu ia juga berkesempatan mengunjungi beberapa stand kerajinan.
Konsolidasi Gerakan
Dilansir dari kompas.com, acara KLK 2020 diharapkan bisa menghidupkan gerakan literasi di berbagai di daerah termasuk di daerah perbatasan.
Ketua Forum Guru Tapal Batas (FGTB), Safril Efendi mengatakan KLK 2020 digelar untuk mengkonsolidasikan kembali gerakan literasi di Indonesia, termasuk di Kaltara.
Konsolidasi ini bertujuan merespon berbagai hasil penelitian terkini yang menunjukkan Indonesia memiliki tantangan serius di bidang literasi.
Hasil studi Bank Dunia November silam, menunjukkan sepertiga anak Indonesia yang berusia 10 tahun tidak mampu membaca dan memahami cerita sederhana.
BACA JUGA
Gelar Operasi Pekat, Polsek Kawasan Pelabuhan Samarinda Sita Miras Ilegal
Pencarian Nelayan Biduk-biduk Kabupaten Berau yang Hilang Dihentikan, Keluarga Korban Mengaku Ikhlas
Polisi Terus Dalami Kasus Pembunuhan Janda Tiga Anak di Balikpapan, Ayah Pelaku Berpotensi Diperiksa
Tes Fisik Atlet Kaltim yang Lolos PON Papua Berakhir, Begini Kondisi Kebugarannya
Hasil serupa ditunjukkan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) melalui test PISA (Program International Student Assessment) 2018.
Hasilnya 7 dari 10 anak Indonesia berusia 15 tahun, kompetensi membacanya di bawah kompetensi minimal.
”Dari ujung utara perbatasan Indonesia, kita ingin merespon masalah literasi ini,” tegasnya.
Lebih lanjut Safril mengatakan, keterampilan membaca merupakan pondasi untuk membangun masa depan bangsa.
Hanya dengan terampil membaca, anak mampu mempelajari semua mata pelajaran, memiliki keterampilan dan berprestasi.
Semakin baik keterampilan membaca anak, semakin baik pula prestasi belajarnya.
Studi yang dilakukan Eric A. Hanusek dan Lugner Woessmann pada 2012, menunjukkan bahwa peningkatan 10 persen jumlah pelajar yang memiliki keterampilan membaca dasar, akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara sebesar 0,3 persen.
"Studi yang sama juga menemukan, bahwa 10 persen peningkatan jumlah pelajar dengan kemampuan membaca lebih lanjut, berkontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 1,3 persen,” tambahnya.
Talkshow
Sebanyak 148 peserta di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Jawa Tengah, Jogjakarta dan Jakarta, telah mendaftarkan diri untuk berpartisipasi dalam acara KLK 2020.
Mereka berasal dari sekolah pelaksana GLS, TBM, Perpustakaan Desa, komunitas literasi, suku-suku pedalaman kalimantan dan instansi pemerintah.
Kegiatan perkemahan akan diisi kegiatan talkshow, workshop dan acara kesenian.
Sejumlah narasumber dari Satgas Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Kemendikbud RI, Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), REM 15, Forum Indonesia Muda.
Kemudian Yayasan Ayo Membaca Indonesia, Taman Baca Masyarakat (TBM) Mata Aksara Jogjakarta dan sekolah-sekolah literasi dihadirkan untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dalam berkolaborasi.
BACA JUGA
Akibat Hujan Deras di Kota Samarinda, Pemakaman Muslimin di Selili Longsor, Papan Makam Kelihatan
Daftar Nomor Telepon Pos Penanggulangan Kebakaran di Penajam Paser Utara
Cinta Segita Janda Tiga Anak di Balikpapan Berakhir Tragis, Pelaku: Pilih Bapak Saya atau Saya?
Listrik Padam di Kota Tarakan, PLN Sebut Ada Kerusakan
Dihadiri Stafsus Presiden
Staff Khusus Presiden Republik Indonesia (RI) Adamas Belva Syah Devara akan hadir dalam acara KLK 2020.
Kehadiran Belva akan memperteguh komitmen Presiden Joko Widodo membangun daerah 3T (Terluar, Terdepan dan Tertinggal) melalui program literasi.
“Kami sudah menerima konfirmasi kehadiran Mas Belva,” kata melalui siaran berita, Rabu (15/1/2020). (Tribunkaltim.co/Alfian)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/bunda-baca-kaltara-rita-irianto-lambrie-melantik-bunda-baca-tarakan.jpg)