Tahun 2020, PLN Berau Targetkan Seluruh Desa dan Kampung di Kabupaten Berau Nikmati Listrik
Tahun 2020 ini PLN Berau menargetkan seluruh desa dan kampung di Kabupaten Berau sudah bisa menikmati listrik
Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Samir Paturusi
Lokasi ini disebut menjadi langganan banjir jika intensitas hujan yang turun dalam waktu lama.
Ketua RT 4, Amin kepada awak media mengatakan kawasan ini memang kerap terendam banjir.
Bahkan beberapa warga, Kata Amin harus mengangkat peralatan rumah tangga mereka ke tempat yang lebih tinggi karena air masuk ke dalam rumah.

BACA JUGA
Pelaku Rudapaksa Terhadap Anak Kandung Sendiri di Berau Ancam Korban untuk Dibunuh
Banjir di Samarinda Menghambat Pengiriman Barang, Sadam Husen Sebut Sangat Riskan di Malam Hari
Jakarta Kembali Banjir, Berikut Titik-Titik yang Tergenang Air, BMKG Waspadai Hujan Petir Hari Ini
Tergila-gila Janda, Pria Ini Murka hingga Habisi Nyawa Kekasih Akibat Selingkuh dengan Ayah Kandung
"Sudah sering terjadi, air yang mengalir ini dari Jalan Durian III melalui drainase, karena volume air yang cukup tinggi sehingga membuat air meluap ke badan Jalan," katanya.
"Bahkan warga yang terdampak harus mengangkat peralatan rumah tangga mereka ke tempat yang lebih tinggi karena air masuk ke dalam rumah," tuturnya.
Hingga berita diturunkan, hujan masih berlangsung di beberapa titik di kota Berau seperti di Jalan SM Aminuddin.
UPDATE Banjir Samarinda, Hari Ini Jumat 17 Januari 2020, Aktivitas Warga di 8 RT Masih Lumpuh
Sementara itu di Samarinda, banjir di sejumlah RT pun belum surut.
Memasuki hari ke-6 banjir di Kota Samarinda genangan air perlahan surut.
Luasan wilayah yang terdampak pun susut ketimbang sehari, Kamis (16/1) sebelumnya.
Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kota Samarinda total warga terdampak banjir sebanyak 17.162 jiwa dari 6.109 Kepala Keluarga (KK).
Jumlah ini alami penurunan sedikit ketimbang sebelumnya.
BACA JUGA
Akibat Hujan Deras di Kota Samarinda, Pemakaman Muslimin di Selili Longsor, Papan Makam Kelihatan
Daftar Nomor Telepon Pos Penanggulangan Kebakaran di Penajam Paser Utara
Cinta Segita Janda Tiga Anak di Balikpapan Berakhir Tragis, Pelaku: Pilih Bapak Saya atau Saya?
Listrik Padam di Kota Tarakan, PLN Sebut Ada Kerusakan
Kendati demikian, masih ada wilayah dengan ketinggian air masih tinggi.
Wilayah itu di Kecamatan Sungai Pinang, ada 5 RT di Kelurahan Gunung Linggai hingga kini masih lumpuh.
Ke-5 RT tersebut meliputi RT 1,3,6,7, dan RT 8. Di wilayah ini genangan banjir masih tinggi mulai dari 30 centi meter hingga sedada orang dewasa.
"Warga belum bisa beraktivitas karena air masih tinggi, daerah bantaran Sungai Karang Mumus ( SKM )," ujar Sekretaris BPBD Hendra AH, Jumat (17/1/2020).

Tak hanya di Kelurahan Gunung Linggai, aktvitas warga di RT 37 dan RT 38 di Kelurahan Sempaja Timur juga masih lumpuh.
Genangan air di wilayah ini masih tinggi kendati perlahan surut. Rata-rata ketinggian air mulai di atas mata kaki orang dewasa hingga sepinggang orang dewasa.
Hal serupa juga terjadi di RT 70, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang. Ketinggian air masih sedada orang dewasa. Akibatnya warga belum bisa beraktivitas.
"Sisa 1 RT yang banjir yaitu di wilayah RT.23 rata-rata tinggi air 70 centi meter," ujar Sekretaris Hendra.
Di lokasi lain BPBD mencatat aktivitas warga sudah bisa berJalan walaupun genangan air masih merendam wilayah mereka.
Misalnya di Kelurahan Sempaja Timur, banjir di 25 RT di wilayah ini sudah turun. Genangan air masih ada, tetapi tak separah sehari sebelumnya.
Begitupun di Kelurahan Sempaja Selatan, 6 RT di wilayah ini sudah bisa beraktivitas kendati belum lancar.
Sementara di Kecamatan Samarinda Ulu banjir terpantau hanya di RT yakni, RT 12 dan RT 14 dengan ketinggian air 10 centi meter sampai 20 centi meter.
"Di Kecamatan Sambutan, banjir terjadi di Kelurahan Sambutan tapi tidak ada genangan air yang tinggi," pungkasnya.
(*)