Tahun 2020, PLN Berau Targetkan Seluruh Desa dan Kampung di Kabupaten Berau Nikmati Listrik

Tahun 2020 ini PLN Berau menargetkan seluruh desa dan kampung di Kabupaten Berau sudah bisa menikmati listrik

Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Samir Paturusi
Tribunkaltim.Co/Ikbal Nurkarim
Manajer PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Berau, Hendra Irawan keawak Tribun, Senin (20/1/2020). 

Lokasi ini disebut menjadi langganan banjir jika intensitas hujan yang turun dalam waktu lama.

Ketua RT 4, Amin kepada awak media mengatakan kawasan ini memang kerap terendam banjir.

Bahkan beberapa warga, Kata Amin harus mengangkat peralatan rumah tangga mereka ke tempat yang lebih tinggi karena air masuk ke dalam rumah.

Genangan air yang terjadi di Jl Pulau Semama, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Sabtu (18/1/2020) pukul 10.59 Wita
Genangan air yang terjadi di Jl Pulau Semama, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Sabtu (18/1/2020) pukul 10.59 Wita (TRIBUNKALTIM.CO/ IKBAL NURKARIM)

BACA JUGA

Pelaku Rudapaksa Terhadap Anak Kandung Sendiri di Berau Ancam Korban untuk Dibunuh

Banjir di Samarinda Menghambat Pengiriman Barang, Sadam Husen Sebut Sangat Riskan di Malam Hari

Jakarta Kembali Banjir, Berikut Titik-Titik yang Tergenang Air, BMKG Waspadai Hujan Petir Hari Ini

Tergila-gila Janda, Pria Ini Murka hingga Habisi Nyawa Kekasih Akibat Selingkuh dengan Ayah Kandung

"Sudah sering terjadi, air yang mengalir ini dari Jalan Durian III melalui drainase, karena volume air yang cukup tinggi sehingga membuat air meluap ke badan Jalan," katanya.

"Bahkan warga yang terdampak harus mengangkat peralatan rumah tangga mereka ke tempat yang lebih tinggi karena air masuk ke dalam rumah," tuturnya.

Hingga berita diturunkan, hujan masih berlangsung di beberapa titik di kota Berau seperti di Jalan SM Aminuddin.

UPDATE Banjir Samarinda, Hari Ini Jumat 17 Januari 2020, Aktivitas Warga di 8 RT Masih Lumpuh

Sementara itu di Samarinda, banjir di sejumlah RT pun belum surut. 

Memasuki hari ke-6 banjir di Kota Samarinda genangan air perlahan surut.

Luasan wilayah yang terdampak pun susut ketimbang sehari, Kamis (16/1) sebelumnya.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kota Samarinda total warga terdampak banjir sebanyak 17.162 jiwa dari 6.109 Kepala Keluarga (KK).

Jumlah ini alami penurunan sedikit ketimbang sebelumnya.

BACA JUGA

Akibat Hujan Deras di Kota Samarinda, Pemakaman Muslimin di Selili Longsor, Papan Makam Kelihatan

Daftar Nomor Telepon Pos Penanggulangan Kebakaran di Penajam Paser Utara

Cinta Segita Janda Tiga Anak di Balikpapan Berakhir Tragis, Pelaku: Pilih Bapak Saya atau Saya?

Listrik Padam di Kota Tarakan, PLN Sebut Ada Kerusakan

Kendati demikian, masih ada wilayah dengan ketinggian air masih tinggi.

Wilayah itu di Kecamatan Sungai Pinang, ada 5 RT di Kelurahan Gunung Linggai hingga kini masih lumpuh.

Ke-5 RT tersebut meliputi RT 1,3,6,7, dan RT 8. Di wilayah ini genangan banjir masih tinggi mulai dari 30 centi meter hingga sedada orang dewasa.

"Warga belum bisa beraktivitas karena air masih tinggi, daerah bantaran Sungai Karang Mumus ( SKM )," ujar Sekretaris BPBD Hendra AH, Jumat (17/1/2020).

EVAKUASI PAKAI PERAHU-Warga dievakuasi tim relawan menggunakan perahu melintasi kawasan jalan A Yani Kecamatan Sungai Pinang mengakibatkan lalu lintas lumpuh, Kamis (16/1/2020).Sejumlah warga beraktivitas di jalan maupun di rumah berharap banjir surut.
EVAKUASI PAKAI PERAHU-Warga dievakuasi tim relawan menggunakan perahu melintasi kawasan jalan A Yani Kecamatan Sungai Pinang mengakibatkan lalu lintas lumpuh, Kamis (16/1/2020).Sejumlah warga beraktivitas di jalan maupun di rumah berharap banjir surut. (TRIBUNKALTIM.CO/ NEVRIANTO HP)

Tak hanya di Kelurahan Gunung Linggai, aktvitas warga di RT 37 dan RT 38 di Kelurahan Sempaja Timur juga masih lumpuh.

Genangan air di wilayah ini masih tinggi kendati perlahan surut. Rata-rata ketinggian air mulai di atas mata kaki orang dewasa hingga sepinggang orang dewasa.

Hal serupa juga terjadi di RT 70, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang. Ketinggian air masih sedada orang dewasa. Akibatnya warga belum bisa beraktivitas.

"Sisa 1 RT yang banjir yaitu di wilayah RT.23 rata-rata tinggi air 70 centi meter," ujar Sekretaris Hendra.

Di lokasi lain BPBD mencatat aktivitas warga sudah bisa berJalan walaupun genangan air masih merendam wilayah mereka.

Misalnya di Kelurahan Sempaja Timur, banjir di 25 RT di wilayah ini sudah turun. Genangan air masih ada, tetapi tak separah sehari sebelumnya.

Begitupun di Kelurahan Sempaja Selatan, 6 RT di wilayah ini sudah bisa beraktivitas kendati belum lancar.

Sementara di Kecamatan Samarinda Ulu banjir terpantau hanya di RT yakni, RT 12 dan RT 14 dengan ketinggian air 10 centi meter sampai 20 centi meter.

"Di Kecamatan Sambutan, banjir terjadi di Kelurahan Sambutan tapi tidak ada genangan air yang tinggi," pungkasnya.  

(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved