Tahun 2020, PLN Berau Targetkan Seluruh Desa dan Kampung di Kabupaten Berau Nikmati Listrik
Tahun 2020 ini PLN Berau menargetkan seluruh desa dan kampung di Kabupaten Berau sudah bisa menikmati listrik
Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG REDEB -Tahun 2020 ini PLN Berau menargetkan seluruh desa dan kampung di Kabupaten Berau sudah bisa menikmati listrik
Perusahaan Listrik Negara (PLN) Berau menargetkan di tahun 2020 semua desa yang ada di Kabupaten Berau dapat teraliri listrik.
Tak hanya di Kabupaten Berau, wilayah Kalimantan Utara juga disebut bakal diupayakan semua wilayah dapat teraliri listrik.
Hal tersebut dikatakan Manajer PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Berau, Hendra Irawan keawak Tribun, Senin (20/1/2020).
"2020 ini bagaimana kita bisa mengejar rasio elektrifikasi, nah apa maksudnya rasio elektrifikasi itu desa atau kampung yang belun teraliri listrik dapat kita aliri," katanya.
"Kemudian masih banyak juga kampung atau desa yang masih menikmati listrik hanya 12 jam, ini juga kita upayakan bisa sampai 24 jam.
• Satu Petugas Pemadam Kebakaran Sempat Mendapatkan Pertolongan Saat Berusaha Padamkan Api
• Tak Hanya Padamkan Api, Petugas Damkar Bantu Ambilkan Ponsel Pengemudi Ojol yang Jatuh ke Selokan
• Lahan 1 Hektare di Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kutai Timur Terbakar, Padamkan Pakai Alat Seadanya
• Balakarcana Unit Kampung Jawa Ajak Guru dan Murid SDK 3 WR Soepratman Sigap Padamkan Api
Tahun 2020 ini bertahap kita fokus bagaimana bisa desa atau yang belum berlistrik ini menjadi listrik," jelasnya.
Selain itu, Hendra mengatakan 2020 akan meningkatkan penjualan di tahun ini.
"Di tahun 2020 sisi penjualan juga kita ditingkatkan karena di sini sudah cukup,"
"Kemudian kita juga fokus di sisi keandalan, jadi berapa durasi kalau misalkan padam.
Kalau padam kami upayakan jangan lama-lama juga bisa jangan sering-sering dilakukan pemadaman," pungkasnya.
Diketahui, di Kabupaten Berau, Kaltim masih terdapat kampung yang belum teraliri listrik.
Diantaranya, Kampung Tempudan, Kecamatan Batu Putih.
Akibat Longsor Dua Tiang Listrik Roboh
Sementara itu, akibat longsor di Kabupaten Berau membuat dua tiang listrik jaringan tegangan menengah milik PLN Berau tumbang
Curah hujan tinggi juga mengakibatkan longsor di Jalan Poros Suaran, Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau, Kaltim, Sabtu (18/1/2020).
Akibat longsor tersebut, sebuah tiang listrik Jaringan Tegangan Menengah (JTM) tumbang.
Manajer PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Berau, Hendra Irawan membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi wartawan TribunKaltim.co
Ia mengatakan, hujan deras menggerus tanah yang kebetulan terdapat tiang listrik. Karena peristiwa ini, PT PLN melakukan pemadaman listrik di area sekitarnya.
"Untuk lokasi Suwaran benar terjadi pemadaman akibat tiang roboh terkena longsor tadi dan masih dikerjakan oleh petugas," katanya.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Panen Cabai, Kampanye Inflasi dan Pengelolaan Keuangan Keluarga
Gubernur Irianto Hadiri Kemah Literasi Kaltara 2020 di Bumi Perkemahan Padepokan Asad Tarakan
Hujan Deras, Sejumlah Jalan dan Pemukiman Warga di Berau Tergenang Banjir
Indeks Kedalaman dan Keparahan Kemiskinan di Kaltara Menurun
"Sejauh ini ada dua tiang yang roboh di Suwaran dan Makajang," tuturnya.
Lanjut Hendra menjelaskan lokasi banjir disekita kota Tanjung Redeb akibat curah hujan masih terpantau normal.
"Sementara lokasi terdampak banjir di kota hasil patroli tim K3L PLN masih dalam kategori aman.
Kecuali daerah Tumbit yang masih dicek satu persatu untuk benar-bebar memastikan keamanannya," pungkasnya
Tak menutup kemungkinan kata Hendra, gardu akan dipadamkan jika air sudah berpotensi masuk ke dalam rumah warga dan mendekati ketinggian Gardu.
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Berau, Kaltim sejak dini hari membuat sejumlah ruas jalan terendam banjir, Sabtu (18/1/2020).
Salah satunya di Jalan Pulau Semama, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau.
Ketinggian airpun beragam, di badan jalan ketianggian air mencapai mata kaki orang dewas.
Akibatnya pengendara roda dua maupun empat mesti hati-hati jika melintas.
Tak hanya pemukiman warga banjir juga merendam sejumlah sarana belajar. Seperti di SMAN 2 Berau. (TribunKaltim.co/Ikbal Nurkarim)
Jalan di Berau Tergenang
Sementara itu, hujan deras, sejumlah Jalan dan pemukiman warga di Berau tergenang banjir
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Berau, Kaltim sejak dini hari membuat sejumlah ruas Jalan terendam banjir, Sabtu (18/1/2020).
Salah satunya di Jalan Pulau Semama, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau.
Ketinggian airpun beragam, di badan Jalan ketianggian air mencapai mata kaki orang dewasa.
BACA JUGA
Gelar Operasi Pekat, Polsek Kawasan Pelabuhan Samarinda Sita Miras Ilegal
Pencarian Nelayan Biduk-biduk Kabupaten Berau yang Hilang Dihentikan, Keluarga Korban Mengaku Ikhlas
Polisi Terus Dalami Kasus Pembunuhan Janda Tiga Anak di Balikpapan, Ayah Pelaku Berpotensi Diperiksa
Tes Fisik Atlet Kaltim yang Lolos PON Papua Berakhir, Begini Kondisi Kebugarannya
Akibatnya pengendara roda dua maupun empat mesti hati-hati jika melintas.
Lokasi ini disebut menjadi langganan banjir jika intensitas hujan yang turun dalam waktu lama.
Ketua RT 4, Amin kepada awak media mengatakan kawasan ini memang kerap terendam banjir.
Bahkan beberapa warga, Kata Amin harus mengangkat peralatan rumah tangga mereka ke tempat yang lebih tinggi karena air masuk ke dalam rumah.

BACA JUGA
Pelaku Rudapaksa Terhadap Anak Kandung Sendiri di Berau Ancam Korban untuk Dibunuh
Banjir di Samarinda Menghambat Pengiriman Barang, Sadam Husen Sebut Sangat Riskan di Malam Hari
Jakarta Kembali Banjir, Berikut Titik-Titik yang Tergenang Air, BMKG Waspadai Hujan Petir Hari Ini
Tergila-gila Janda, Pria Ini Murka hingga Habisi Nyawa Kekasih Akibat Selingkuh dengan Ayah Kandung
"Sudah sering terjadi, air yang mengalir ini dari Jalan Durian III melalui drainase, karena volume air yang cukup tinggi sehingga membuat air meluap ke badan Jalan," katanya.
"Bahkan warga yang terdampak harus mengangkat peralatan rumah tangga mereka ke tempat yang lebih tinggi karena air masuk ke dalam rumah," tuturnya.
Hingga berita diturunkan, hujan masih berlangsung di beberapa titik di kota Berau seperti di Jalan SM Aminuddin.
UPDATE Banjir Samarinda, Hari Ini Jumat 17 Januari 2020, Aktivitas Warga di 8 RT Masih Lumpuh
Sementara itu di Samarinda, banjir di sejumlah RT pun belum surut.
Memasuki hari ke-6 banjir di Kota Samarinda genangan air perlahan surut.
Luasan wilayah yang terdampak pun susut ketimbang sehari, Kamis (16/1) sebelumnya.
Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kota Samarinda total warga terdampak banjir sebanyak 17.162 jiwa dari 6.109 Kepala Keluarga (KK).
Jumlah ini alami penurunan sedikit ketimbang sebelumnya.
BACA JUGA
Akibat Hujan Deras di Kota Samarinda, Pemakaman Muslimin di Selili Longsor, Papan Makam Kelihatan
Daftar Nomor Telepon Pos Penanggulangan Kebakaran di Penajam Paser Utara
Cinta Segita Janda Tiga Anak di Balikpapan Berakhir Tragis, Pelaku: Pilih Bapak Saya atau Saya?
Listrik Padam di Kota Tarakan, PLN Sebut Ada Kerusakan
Kendati demikian, masih ada wilayah dengan ketinggian air masih tinggi.
Wilayah itu di Kecamatan Sungai Pinang, ada 5 RT di Kelurahan Gunung Linggai hingga kini masih lumpuh.
Ke-5 RT tersebut meliputi RT 1,3,6,7, dan RT 8. Di wilayah ini genangan banjir masih tinggi mulai dari 30 centi meter hingga sedada orang dewasa.
"Warga belum bisa beraktivitas karena air masih tinggi, daerah bantaran Sungai Karang Mumus ( SKM )," ujar Sekretaris BPBD Hendra AH, Jumat (17/1/2020).

Tak hanya di Kelurahan Gunung Linggai, aktvitas warga di RT 37 dan RT 38 di Kelurahan Sempaja Timur juga masih lumpuh.
Genangan air di wilayah ini masih tinggi kendati perlahan surut. Rata-rata ketinggian air mulai di atas mata kaki orang dewasa hingga sepinggang orang dewasa.
Hal serupa juga terjadi di RT 70, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang. Ketinggian air masih sedada orang dewasa. Akibatnya warga belum bisa beraktivitas.
"Sisa 1 RT yang banjir yaitu di wilayah RT.23 rata-rata tinggi air 70 centi meter," ujar Sekretaris Hendra.
Di lokasi lain BPBD mencatat aktivitas warga sudah bisa berJalan walaupun genangan air masih merendam wilayah mereka.
Misalnya di Kelurahan Sempaja Timur, banjir di 25 RT di wilayah ini sudah turun. Genangan air masih ada, tetapi tak separah sehari sebelumnya.
Begitupun di Kelurahan Sempaja Selatan, 6 RT di wilayah ini sudah bisa beraktivitas kendati belum lancar.
Sementara di Kecamatan Samarinda Ulu banjir terpantau hanya di RT yakni, RT 12 dan RT 14 dengan ketinggian air 10 centi meter sampai 20 centi meter.
"Di Kecamatan Sambutan, banjir terjadi di Kelurahan Sambutan tapi tidak ada genangan air yang tinggi," pungkasnya.
(*)