Autopsi Pemuda Gantung Diri

Hasil Autopsi Pemuda yang Ditemukan Gantung Diri akan Keluar Dua hingga Tiga Minggu Lagi

Waka Polsek Samarinda Seberang Iptu Sutrisno mengatakan kegiatan penggalian makam tersebut guna melakukan autopsi terhadap RA, yang ditemukan warga te

TRIBUNKALTIM.CO/ NEVRIANTO HP
AUTOPSI DI MAKAM-Suasana pembongkaran makam pria yang ditemukan gantung diri, Ahad (26/01/20) 

Orangtua RA Tak Percaya Anaknya Gantung Diri

 RA diduga gantung diri di teras rumah, orangtua korban curiga penyebab anaknya meninggal dunia.

Orangtua RA (28) yang ditemukan warga tergantung di teras kanopi di Jalan Kauman, Samarinda Minggu (26/1/2020) lalu, meyakini anak pertama dari tiga saudara tersebut tak gantung diri.

Sehingga, dari pihak keluarga RA meminta kepada pihak kepolisian untuk dilakukan autopsi terhadap jasad RA tersebut.

Dan pada Selasa (18/2/20) dilakukan pembongkaran makam RA di Pemakaman Muslimin Jalan Tepian Manggis Desa Bakungan Kecamatan Loa Janan Kutai Kartanegara, guna dilakukan autopsi.

"Kami mengizinkan untuk dilakukan autopsi untuk mencari kebenaran dan agar keadilan bisa ditegakkan.

Karena kami melihat ada kejanggalan di leher anak kami, itu bukan gantung diri, tetapi jeratan," ungkap Ajianur (49) ayah RA saat ditemui di pemakaman Selasa (18/2/20)

Lebih lanjut dikatakannya, memang terkait dengan kehidupan rumah tangga anaknya tersebut, ayah dari tiga anak ini mengaku tak mau terlalu ikut campur.

Tetapi, dirinya selalu memberikan nasehat dan masukkan terhadap anak laki-laki satunya tersebut.

"Saya tidak terlalu ikut campur, tetapi memang mereka sering cekcok karena masalah ekonomi," tandasnya.

Halaman
1234
Penulis: Budi Dwi Prasetiyo
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved