Virus Corona di Bontang

Waspada Transmisi Lokal, Risiko Penularan Covid-19 di Bontang Kalimantan Timur Masih Tinggi

Resiko penularan Covid-19 masih tinggi di Kota Bontang Provinsi Kalimantan Timur. Kendati pasien positif ( Bontang 1 ) Virus Corona.

TribunKaltim.co/Muhammad Fachri
Walikota Bontang Neni Moerniani bersama Jubir Gugus Percepatan Covid-19 Bontang, Adi Permana dalam konferensi pers beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Resiko penularan virus Covid-19 masih tinggi di Kota Bontang Provinsi Kalimantan Timur. Kendati pasien positif ( Bontang 1 ) dinyatakan sembuh oleh pemerintah, Sabtu (4/4/2020) lalu. Lantaran mobilitas warga dari luar wilayah masuk ke Bontang masih cukup tinggi.

Hal itu diungkapkan Jubir Gugus Percepatan virus Covid-19 Bontang, Adi Permana.

"Mobilitas warga dari luar wilayah masih tinggi. ODP bertambah setiap hari. Itu mengindikasikan bahwa resiko penularan Covid-19 masih tinggi," katanya.

Dijelaskan Adi, hampir semua negara, termasuk wilayah di Indonesia terjangkit virus Covid-19 atau Virus Corona. Penularan terindikasi lantaran adanya transmisi lokal.

"Kasus baru bukan saja berasal dari imported case virus Covid-19 tapi sudah terjadi penularan antar warga di dalam wilayah," ujarnya.

BACA JUGA:

 Pasien Positif Covid-19 Tambahan di Samarinda, Bukan dari Kluster Manapun, Riwayat ke Acara di Bogor

 Lawan Covid-19, Warga Pesona Bukit Batuah dan Taman Sari Balikpapan Resmi Karantina Wilayah

 Karantina Wilayah Pesona Bukit Batuah dan Taman Sari Balikpapan, Begini Penerapan Sistem Keamanannya

Lebih lanjut, sebagai contoh ada seseorang pulang dari daerah terdampak COVID19, dia sudah membawa virus dalam dirinya namun belum menunjukkan gejala. Nah, oramg tersebut beraktifitas normal, tidak isolasi mandiri, juga tidak menjaga jarak.

"Jika akhirnya orang tersebut terkonfirm positif dan menularkan kepada keluarga atau teman, ini dinamakan terjadi transmisi lokal," ucapnya.

Anak-anak, lansia, atau orang-orang dengan penyakit penyerta seperti jantung, diabetes, kanker, ginjal, HIV/AIDS menjadi kelompok rentan yang harus dilindungi. Lantaran imunitas mereka tidak bisa bekerja optimal.

Jika kelompok ini terjangkit virus virus Covid-19 kondisi tubuh mereka menjadi lebih parah, resiko kematian semakin tinggi.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved